Kota di Indonesia Menuju Pembangunan Hijau

Penulis: Dhika Kusuma Winata Pada: Rabu, 15 Mei 2019, 21:05 WIB Humaniora
Kota di Indonesia Menuju Pembangunan Hijau

Antara/Basri Marzuki
Pengembangan Taman Hutan Kota di Sulawei Tengah

PEMBANGUNAN di berbagai kota di Indonesia kini bergerak menerapkan konsep hijau atau pembangunan lestari. Pembangunan dan pertumbuhan yang dulu bertumpu pada aspek ekonomi semata kini memasukkan aspek lingkungan sebagai variabel pembangunan.

"Sekarang kita mengenal adanya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Hijau. Berbagai pemerintah provinsi hingga kota sudah menghitung sisi lingkungan dalam pertumbuhan ekonominya," Kepala Badan Litbang dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Agus Justiato dalam diskusi di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Rabu (15/5).

PDRB Hijau seusai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Dalam UU tersebut diatur instrumen perencanaan pembangunan dan kegiatan ekonomi meliputi penyusunan produk domestik bruto dan produk domestik regional bruto yang mencakup penyusutan sumber daya alam dan kerusakan lingkungan.

Penghitungan konvensional dinilai mengandung kelemahan antara lain karena hanya menghitung produk-produk yang dipasarkan namun tidak menghitung kehilangan sumber daya alam dan kerusakan lingkungan sebagai biaya produksi. Selain itu penghitungan lama juga tidak menghitung biaya perbaikan lingkungan yang rusak.

Baca juga : CO2 Capai Tingkat Tertinggi

"PDRB Hijau tidak hanya melihat sisi ekonomi tapi juga lingkungan sehingga lebih netral. Beberapa contoh ialah Kota Bandung yang sudah meluncurkan kebijakan green growth policy. Kemudian Surabaya dengan green development-nya melakukan pengelolaan sampah dengan baik dan pembuatan hutan kota," imbuh Agus.

Peneliti Thamrin School of Climate Change and Sustainability Jalal dalam kesempatan yang sama menerangkan sektor lingkungan tidak bisa dengan dikorbankan demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi wilayah. Sektor itu tetap perlu dijaga untuk mengamankan fungsi alam sebagai sistem penyangga kehidupan khususnya untuk wilayah perkotaan yang mengalami pembangunan pesat.

Tantangannya, ucap Jalal, ialah bagaimana suatu wilayah dapat meningkatkan laju pertumbuhan ekonominya dan sekaligus melestarikan sumber daya alam yang dimiliki.

"Menerapkan strategi pertumbuhan hijau sangat diperlukan karena kegiatan ekonomi menyebabkan dampak yang nyata terhadap ekosistem dan dapat menyebabkan ketimpangan yang berisiko menghambat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi," ujarnya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More