Rabu 15 Mei 2019, 20:26 WIB

Ekspor Minyak Sawit Maret Naik 3%

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Ekspor Minyak Sawit Maret Naik 3%

ANTARA/FIKRI YUSUF
Ketua Umum Gapki Joko Supriyono

 

GABUNGAN Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) mencatat kinerja ekspor minyak sawit secara keseluruhan yakni biodiesel, oleochemical, CPO dan produk turunannya, pada Maret, mencapai 2,96 juta ton atau tumbuh 3% dibandingkan capaian bulan sebelumnya yang hanya 2,88 juta ton.

Kendati mengalami peningkatan, itu dianggap kurang signifikan karena potensi yang seharusnya bisa lebih tinggi dari angka tersebut.

"Sentimen Uni Eropa telah menggerus kinerja ekspor Indonesia. Lesunya perekonomian di negara tujuan utama ekspor khususnya India juga berdampak sangat signifikan pada permintaan minyak sawit," ujar Ketua Umum Gapki Joko Supriyono dalam acara Buka Puasa Bersama Gapki di Jakarta, Rabu (15/5).

Perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok yang tak kunjung usai juga mempengaruhi perdagangan minyak nabati. Pasalnya, stok minyak nabati milik AS yakni kedelai menjadi menumpuk dan membuat harganya jatuh.

Ketika harga minyak keledai jatuh, harga minyak sawit pun ikut terdampak. Dengan demikian, walaupun volume ekspor bertumbuh, nilainya tidak bergerak signifikan.

Baca juga: Perang Dagang akan Rugikan Industri Sawit

Pada bulan ketiga 2019, ekspor CPO dan turunannya dari ke India membukukan penurunan tajam dari bulan sebelumnya yaitu dari 516,53 ribu ton ke 194,41 ribu ton.

"Perlambatan pertumbuhan ekonomi India yang hampir memasuki ambang krisis menyebabkan berkurangnya permintaan minyak sawit India baik dari Indonesia maupun Malaysia," tuturnya.

Penurunan permintaan juga diikuti negara-negara Afrika sebesar 38%, Amerika Serikat 10%, Tiongkok 4% dan Uni Eropa 2%.

Namun, kabar baiknya, total ekspor minyak sawit ke negara-negara di luar yang telah disebutkan mengalami peningkatan 60% dibandingkan bulan sebelumnya.

Peningkatan permintaan CPO dan produk turunannya dari Indonesia yang cukup signifikan datang dari Asia khususnya Korea Selatan, Jepang dan Malaysia. (A-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More