Manpalagupta Sitorus Berbisnis Menjual Kreativitas

Penulis: Tosiani Pada: Kamis, 16 Mei 2019, 02:00 WIB Weekend
Manpalagupta Sitorus Berbisnis Menjual Kreativitas

MI/ TOSIANI
Manpalagupta Sitorus

KESAN ramah muncul dari sosok Manpalagupta Sitorus ketika Media Indonesia bertemu dengannya di Kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (24/4) petang. Akrab disapa Gupta Sitorus, ia merupakan pria dengan banyak jenis profesi yang semuanya menghasilkan ratusan juta rupiah setiap bulannya. Dari berbagai jenis profesi itu, intinya ialah pundi-pundi penghasilannya didapatkan dengan menjual kreativitas.

Gupta mengisahkan, awal perjalanan kariernya dimulai dengan menjadi seorang jurnalis di salah satu media, sekitar 20 tahun silam. Setelah itu, dia tertantang untuk mengembangkan sayapnya dengan menekuni profesi marketing professional di sebuah korporasi.

Pada 2012, sembari bekerja, Gupta mulai berbisnis sendiri dengan membuat ice cream company bernama Eskimomo. Dasarnya karena Gupta dan keluarganya yang penyuka kuliner belum menemui rasa es krim dengan variasi rasa yang sesuai selera. Untuk menjawab permasalahan yang berangkat dari personal itu, dia berinisiatif membuat perusahaan yang memproduksi es krim.

"Selama ini sulit sekali mencari, mendapatkan es krim yang punya pilihan rasa yang eksploratif. Jadi, produk es krim kami untuk menjawab permasalahan tersebut," ungkap Gupta.

Ia memulai bisnis es krim dengan modal Rp250 ribu. Uang tersebut digunakan untuk membeli peralatan es krim dalam skala kecil beserta bahan-bahannya. Es krim buatan Gupta ternyata mendapat respons bagus dari konsumen. Karena itu, pendapatannya pun mulai meningkat. Perlahan ia mulai mengganti peralatan pembuat es krim berukuran lebih besar.

"Saat ini saya sudah memiliki lima mesin besar untuk membuat es krim. Dengan penghasilan dari es krim itu juga, saya gunakan untuk membuat usaha lainnya," tutur Gupta.

Ada beberapa jenis usaha yang dilakoni Gupta sejak sukses dengan produk es krimnya di 2012. Di tahun yang sama, ia merintis usaha menjadi konsultan marketing, branding usaha kuliner (F&B), desainer, hingga usaha produk perawatan tubuh (personal care). Inti dari semua bisnis itu ialah dengan menjual kreativitas. Meski punya banyak profesi, Gupta lebih senang dikatakan sebagai seorang wirausahawan di bidang yang berkaitan dengan kreativitas atau biasa disebut creativepreneur.

"Sejak membuat es krim itu, saya mulai menyadari passion saya ada di bisnis kreatif. Jadi, saya berbisnis dengan menjual kreativitas. Menekuni segala hal yang berkaitan dengan unsur kreatif. Jadi, inti dari profesi saya adalah creativepreneur," ujar Gupta.

Bersamaan dengan itu, bisnis es krimnya semakin berkembang. Eksplorasi rasa yang unik dari es krim buatannya mendapat perhatian dari berbagai media di dalam dan luar negeri. Ada rasa kolak, rasa nasi uduk, tempe kecap, dan sayur asam. Es itu semakin dikenal konsumen dan sudah dipasok ke 20 restoran saat ini.

Gupta lantas memanfaatkan jaringan relasi yang didapatnya selama bekerja di korporasi menjadi marketing professional untuk mendapatkan klien di bisnis lainnya dengan mendirikan Sandpiper. Kebetulan juga ada salah seorang rekan menggunakan jasa konsultan dari Gupta untuk memulai bisnis restoran.

Dari hasil konsultasi itu, ternyata bisnis rekannya tersebut berkembang bagus sehingga rekan Gupta tersebut merekomendasikannya pada orang lain. Berkat rekomendasi dari mulut ke mulut itu, jasa konsultasi marketing milik Gupta kemudian makin dikenal luas. Ia pun mendapatkan banyak klien.

"Hingga saat ini sudah ada lebih dari 50 klien yang melakukan konsultasi usaha. Dari jumlah itu terdapat 10 klien yang rutin konsultasi setiap bulan dan dua project," sebutnya.

Konsultan marketing
Atas dasar itu, dalam beberapa tahun terakhir ini, Gupta lebih fokus pada bisnis konsultan marketing. Kliennya dari perusahaan dan perorangan yang baru merintis usaha hingga perusahaan lama yang ingin membenahi marketing-nya untuk kemajuan usaha. Jenis usaha konsultasi juga beragam, dari makanan, pakaian, hingga jenis usaha lainnya.

"Biasanya saya mengutamakan upaya menjawab persoalan dari kebutuhan yang ada untuk menawarkan solusi usaha pada klien. Untuk itu, saya juga melakukan berbagai riset, seperti riset pasar, jenis usaha, dan lainnya."

Khusus untuk konsultan marketing, Gupta memiliki 10 orang anggota tim konsultan. Tiap satu orang menangani tiga hingga empat orang klien.

Untuk tiap klien, rata-rata membutuhkan waktu hingga enam bulan dari awal datang berkonsultasi, riset kebutuhan pasar, proses visual, hingga mulai terwujud usahanya. "Biasanya klien datang ke saya sudah membawa ide usaha. Saya tinggal menajamkannya, lalu melakukan riset dan proses visual, hingga kemudian terwujud sebuah usaha," ujar Gupta.

Berbagai profesi kreatif yang dijalani Gupta mengantarkannya untuk meraup penghasilan hingga ratusan juta rupiah per bulan, seperti penghasilan dari konsultan marketing sebesar Rp100 juta per bulan.

Sementara itu, dari berjualan es, dia mendapatkan Rp90 juta hingga Rp100 juta per bulan. Masih ada pendapatan lain dari F&B branding sekitar Rp100 juta per bulan.

"Bukan sekadar penghasilan materiel yang didapat, yang terpenting bagi saya adalah bisa melakukan apa yang saya suka, juga leluasa berkreasi," pungkasnya. (M-4)

Berita Terkini