SUV Mini Bergaya Baby G-Class

Penulis: Nurtjahjadi Pada: Kamis, 16 Mei 2019, 01:15 WIB Otomotif
SUV Mini Bergaya Baby G-Class

SUV mungil Suzuki Jimny hadir di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019
MI/VICKY GUSTIAWAN


KEHADIRAN Suzuki Jimny terbaru di Indonesia mendapat sambutan luar biasa. Bisa dibilang ini merupakan bentuk desain mobil yang langsung diinginkan hampir semua orang, seperti saat melihat Mini Cooper dan Fiat 500.

Desain Jimny tampak banyak terinspirasi Mercedes-Benz G-Class, tetapi dengan skala ukuran 6/10-nya. Terutama pada lekukan bodi di ujung bawah grill depan serta lekukan 'talang air' di atap bagian belakang.

Mercedes-Benz telah lama dipuji karena mempertahankan gaya kotak klasik gelandewagen di dunia, yakni lekuk dan lipatannya yang ramping tetap menjadi estetika desain dominan mobil-mobil saat ini.

Kelebihan itulah yang ingin dituangkan pada kendaraan bergenre sport utility vehicle (SUV) mungil ini, bahkan di bagian pintu belakang mengekspos keberadaan engselnya.

Jip mungil itu memang sangat menarik dengan tiga tampilannya, yakni SUV, kompak, dan retro. Selain itu, kendaraan tersebut dikemas dengan berbagai aspek yang tidak dimiliki generasi 'Jimny' yang pernah dipasarkan di Indonesia.

Pertama, mesin bensinnya yang lebih besar, yaitu 1,5 L K15B 4-silinder bertenaga 100 hp @6.000 rpm dan torsi 130 nm @2.250 rpm. Mesin ini dikenal pada model Suzuki Ertiga 2018. Mesin ini dikawinkan dengan dua pilihan transmisi, manual 5-speed atau otomatis 4-speed.

Berikutnya ialah kemampuan off-road didukung sistem penggerak 4 x 4 yang sejatinya diperuntukkan bagi individu pekerja outdoor bersepatu bot, dan sehari-hari hanya menikmati hangatnya kopi atau teh dari termos, bukan di kafe sebuah mal. Individu yang kerap menggeser tuas transfercase ke low-range untuk meningkatkan kemampuan merayap di medan berat dan jalan terjal.

Walaupun masih mempertahankan rigid beam axle, kedua suspensinya kini ditopang coil spring.

Khusus bagian depan ditambah antirollbar. Selain menghasilkan performa lebih lentur, juga membuat radius putar kendaraan lebih kecil di bawah 5 meter sehingga memudahkan bermanuver di lahan sempit.

Kendaraan ini memiliki dimensi panjang 3.645 mm, lebar 1.645 mm, tinggi 1.705 mm, dan jarak sumbu roda 2.250 mm. Sementara itu, lebar sumbu depan 1.395 mm dan sumbu belakang 1.405 mm.

Komposisi itu membuat luas interiornya cukup moderat untuk ukuran sebuah 'SUV berukuran mini'.

Membangkitkan nostalgia

Bagi yang pernah mengendarai Suzuki Jimny atau Katana lawas versi 1990-an akan familier dengan bentuk dan tatanan dasbor SUV imut tersebut. Bahkan, bentuk hingga jenis huruf dan angka (font) pada speedometer dan tachometer benar-benar membangkitkan nostalgia.

Di sisi interior, Jimny dilengkapi fitur penting dan kekinian, dari layar sentuh 7,0 inci kompatibel dengan Apple Carplay dan Android, AC otomatis, tombol start, lampu depan otomatis, cruise control, hingga kontrol untuk audio dan telepon yang dipasang di roda kemudi.

Bagian doortrim juga tidak sesederhana dulu. Semua ditutup panel plastik yang didesain fungsional. Selain itu, door pocket juga tersedia rumah speaker di pojok bawah pintu depan. Alhasil, kabin Jimny generasi terbaru ini terlihat lebih tertib dan beradab.

Suzuki Jimny ditawarkan dalam delapan pilihan warna, yaitu white, grey, silky silver, bluish black, jungle green, yellow (two tone), chiffon ivory (two tone), dan brisk blue (two tone).

Untuk warna tunggal (single tone) harga on the road untuk varian bertransmisi otomatis (A/T) dibanderol Rp315,5 juta, sedangkan untuk varian bertransmisi manual (M/T) dibanderol Rp328 juta. Khusus untuk dua warna (two tone) dibanderol sedikit lebih mahal, yaitu Rp317,5 juta untuk varian bertransmisi manual (M/T) dan Rp330 juta untuk varian bertransmisi otomatis (A/T). (S-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More