Rabu 15 Mei 2019, 14:07 WIB

Bea Cukai Dumai Kembali Gagalkan Pengiriman Sabu

Mediaindonesia.com | Nusantara
Bea Cukai Dumai Kembali Gagalkan Pengiriman Sabu

Dok Bea Cukai
Bea Cukai Dumai kembali gagalkan pengiriman sabu di Terminal Ferry Sri Junjungan Dumai.

 

BEA Cukai Dumai mengamankan sabu seberat 1.468 gr yang dibawa FN, seorang penumpang kapal MV Dumai dengan disembunyikan dalam bungkus teh. Penindakan ini berhasil dilakukan di Terminal Ferry Kota Dumai pada hari Minggu (12/5).

Kepala Kantor Bea Cukai Dumai, Fuad Fauzi, mengungkapkan kronologi penindakan yang terjadi di wilayah kerjanya tersebut.

Baca juga: Rumah Desain dan Persiapan Bali jadi Tuan Rumah ASS 2020

“Penindakan berawal dari kecurigaan petugas yang melihat gelagat pelaku yang gelisah. Pelaku juga meninggalkan tas yang dibawanya dan menunjukan sikap berusaha kabur saat didekati petugas,” ungkap Fuad, Rabu (15/5).

Fuad menambahkan bahwa dengan adanya kecurigaan tersebut, petugas melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap tersangka.

“Tersangka yang berusaha kabur kemudian ditangkap, dari tas tersangka kemudian kita lakukan pemeriksaan dan ditemukan plastik bekas kemasan teh berisi kristal bening positif sabu setelah dilakukan narkotes di Balai Lab Bea Cukai Dumai,” tambah Fuad.

Dengan barang bukti tersebut, tersangka kemudian diserahkan ke Satnarkoba Polers Dumai untuk pengembangan kasus lebih lanjut.

Baca juga: Cuaca Buruk Landa Perairan Kalsel

“Tersangka dan barang bukti kita serahkan ke Polres Dumai untuk pengembangan kasus. Presiden sudah menyatakan Indonesia darurat narkoba, maka Bea Cukai, BNN, Polri, TNI dan Instansi terkait akan terus bersinergi untuk memberantasnya. Kita berharap dengan adanya penindakan kali ini, akan membuat jera dan perlahan menutup seluruh jaringan peredaran barang haram tersebut.” tutup Fuad. (RO/OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More