Banjir Tahunan hingga 2024

Penulis: Kisar Rajaguguk Pada: Rabu, 15 Mei 2019, 11:45 WIB Megapolitan
Banjir Tahunan hingga 2024

MI/Kisar Rajaguguk
Dua orang anak bermain di genangan banjir di Jalan Taman Duta- Simpang Raya Bogor, Kelurahan Cisalak, Sukmajaya, Kota Depok

WARGA Kota Depok masih akan diganggu banjir yang rutin datang tiap tahun karena proyek sodetan sejajar Tol Cijago yang selama ini diklaim mampu mengurangi banjir di kawasan Taman Duta hingga kini belum berjalan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok Dadan Rustandi menjelaskan banjir masih akan mengganggu kawasan Kota Depok hingga lima tahun mendatang atau 2024.

Hal itu karena belum direalisasikannya proyek sodetan sejajar Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera).

"Upaya mengatasi banjir di Kota Depok ternyata masih sebatas rencana. Terbukti BPJT yang me-rencanakan pembangunan sodetan sejajar Tol Cijago itu belum mau menepati janjinya," ujar Dadan, kemarin.

Pria jangkung yang baru dua hari menjadi Kepala Dinas PUPR Kota Depok itu mengakui tahun ini Kota Depok akan kembali terendam banjir karena beberapa program penanganan banjir jangka panjang belum berjalan secara optimal.

"Tahun ini, kalau hujan turun masih dalam volume besar, kita masih banjir karena pemerintah pusat belum melaksanakan kegiatan untuk mengantisipasi banjir di Kota Depok," kata Dadan.

Dadan mengatakan, saat ini sejumlah kegiatan rutin segera dikerjakan, seperti pembangunan turap (sheet pile) untuk menopang bantaran sungai, perbaikan saluran drainase, dan perbaikan jalan perkotaan yang rusak akibat banjir.
"Kita sudah menyiapkan APBD sebesar Rp347 miliar," tukasnya.

Perihal kondisi 26 situ di Kota Depok yang terus mengalami pendangkalan dan penyusutan luasan, Dadan menyebut salah satu solusi dari PUPR untuk mengatasi kondisi situ-situ yang luasannya makin menyusut serta mendangkal dan dipenuhi sampah-sampah ialah dengan menyerahkan 26 situ ke Pemerintah Kota Depok. "Ke-26 situ di Kota Depok itu merupakan proyek dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat," ucapnya.

Dadan mengatakan situ-situ yang ada di Kota Depok perlu dinormalisasi sebagai resapan yang menerima air dari hulu ketika di sana hujannya deras. "Tangkapan air ini mampu mengontrol volume air dari hulu yang masuk ke kawasan Kota Depok," paparnya.

Situ-situ di Kota Depok, sambungnya, memberikan dampak besar untuk mengatasi banjir. (KG/X-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More