Rabu 15 Mei 2019, 09:02 WIB

Tokoh Agama Sukabumi Ajak Warga Tolak People Power

Antara | Nusantara
Tokoh Agama Sukabumi Ajak Warga Tolak People Power

ANTARA FOTO/Sihid Kurniawan
Deklarasi Pemilu Damai Ormas Keagamaan

 

IMBAUAN kepada warga agar tidak terprovokasi ajakan yang bisa memecah belah bangsa pascapemungutan suara ini juga datang dari tokoh agama di Sukabumi.

"Masyarakat Indonesia khususnya Sukabumi untuk bersabar menunggu hasil penghitungan suara selesai dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat dan tidak ikut-ikutan maupun terprovokasi isu people power yang ramai di berbagai media sosial," kata tokoh agama Sukabumi KH Asep Al-Mawardi di Sukabumi, Rabu (15/5).

Pihaknya juga mengapresiasi kinerja aparat keamanan sejak awal pemilihan sampai selesai pemungutan dan penghitungan suara tingkat Sukabumi, sehingga tidak ada gesekan antarsimpatisan.

Pimpinan Pondok Warosatul Anbiya ini meyakini people power hanya mungkin dilakukan oleh orang yang mempunyai kepentingan, tetapi untuk warga Kota dan Kabupaten Sukabumi bisa menerima hasil pemilu ini dengan lapang dada.

Baca juga: Ketua DPR Ingatkan tidak Perlu People Power

Seharusnya, lanjut Asep, Ramadan ini dimanfaatkan untuk hal positif karena merupakan bulan suci dan perintah Allah SWT untuk melaksanakan puasa. Alangkah baiknya masyarakat beribadah dan melakukan aktivitas yang positif.

"Umat Islam itu rahmatan lil alamin, bukan hanya memberikan keamanan pada orang lain tetapi juga memberikan keamanan, ketenangan kepada diri sendiri. Sehingga apapun hasil yang ditetapkan KPU pada 22 Mei masyarakat harus menerima dengan lapang dada. Kita sebagai umat Islam tidak boleh membuat gaduh apalagi mengacau," tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo Condro mengimbau kepada masyarakat di wilayah hukumnya untuk tetap menahan diri dan tidak mudah terprovokasi. Selain itu, jangan mudah percaya dengan informasi yang ada di media sosial. Sebelum menyebarkan, alangkah baiknya informasi disaring terlebih dahulu.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More