Rambu-Rambu Puasa pada Ibu Hamil dan Menyusui

Penulis: Eni Kartinah Pada: Rabu, 15 Mei 2019, 02:30 WIB Weekend
 Rambu-Rambu Puasa pada Ibu Hamil dan Menyusui

Grafis seno
Ilustrasi

DALAM Islam, ibu hamil dan menyusui termasuk golongan yang mendapat keringanan untuk tidak berpuasa Ramadan. Hanya, mereka wajib menggantinya dengan fidiah atau mengganti dengan berpuasa di hari lain jika mereka tak sanggup membayar fidiah.

Meski demikian, ada sebagian ibu hamil maupun menyusui yang tetap ingin menjalankan ibadah puasa Ramadan. Bagaimana tinjauannya dari sisi kesehatan?

Dokter spesialis gizi klinik dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI)-Pondok Indah, Jakarta, dr Juwalita Surapsari SpGK, menjelaskan boleh-boleh saja ibu hamil atau menyusui berpuasa Ramadan, tapi ada syaratnya.

Pertama, kata dia, kehamilan telah mencapai trimester dua atau tiga. Puasa di trimester pertama kurang dianjurkan karena di masa-masa itu sedang terjadi pembentukan organ-organ penting janin. Karenanya, dibutuhkan kecukupan gizi.

"Sebuah penelitian menunjukkan berat badan bayi yang lahir dari ibu yang berpuasa pada trimester pertama lebih rendah 272 gram daripada yang tidak berpuasa," ujar Juwalita pada diskusi kesehatan yang diselenggarakan RSPI Group di di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Syarat kedua, lanjut Juwalita, status gizi si ibu dalam kondisi baik. Patokannya, lihat nilai indeks massa tubuh (IMT) sebelum kehamilan. Apakah nilainya normal atau di bawah normal. IMT dihitung dengan rumus berat badan (kg) dibagi kuadrat tinggi badan (dalam satuan meter). IMT perempuan tergolong di bawah normal jika nilainya kurang dari 17 kg/m2.  

"Jika IMT di bawah normal, tidak dianjurkan untuk berpuasa karena ibu yang terlalu kurus dinilai tidak memiliki cadangan energi yang cukup di tubuhnya. Padahal, saat berpuasa ada periode penggunaan cadangan energi tubuh, yaitu glikogen dan lemak ketika tidak ada asupan makan di siang hari," terang Juwalita.

Syarat ketiga, si ibu tidak memiliki penyakit lain yang menyertai kehamilan, seperti diabetes dan hipertensi. "Yang terpenting, sebelum memutuskan puasa, konsultasikan dengan dokter," sarannya.

Rencanakan menu
Pada ibu hamil dan menyusui yang berpuasa, Juwalita mengingatkan untuk tetap memenuhi kebutuhan gizi dan cukup minum. Hal itu dapat dilakukan dengan konsumsi makanan dan minuman sehat dari waktu berbuka hingga sahur.

Perlu diingat, ibu hamil trimester I membutuhkan tambahan asupan sebesar 180 kalori, di trimester II perlu tambahan 300 kalori, serta tambahan cairan 300 ml/hari dari kebutuhan saat tidak hamil.

Adapun ibu menyusui, mereka perlu tambahan asupan 330 kalori di enam bulan pertama menyusui (periode ASI eksklusif) dan 400 kalori di enam bulan kedua, serta tambahan cairan 650-800 ml.

"Pemenuhan kebutuhan cairan selama hamil maupun menyusui sangat penting. Saat hamil, cairan yang cukup dibutuhkan antara lain untuk pembentukan air ketuban. Di masa menyusui, cairan dibutuhkan untuk memproduksi ASI yang cukup bagi bayi," imbuh Juwalita.

Karena itu, lanjutnya, sangat penting bagi ibu hamil dan menyusui untuk menyusun perencanaan menu makan selama Ramadan dan mematuhi perencanaan itu untuk menjamin kebutuhan gizi terpenuhi.

"Jadi, harus benar-benar direncanakan, tidak boleh asal makan. Terlebih, lambung yang terdesak janin mungkin membuat ibu hamil tidak bisa makan banyak sekaligus. Ibu menjadi cepat merasa kenyang, padahal kebutuhan kalorinya mungkin belum tercukupi. Jadi, harus ada jadwal makan utama dan makan selingan yang harus disusun dan dipatuhi."

Waspadai tanda bahaya
Ia menambahkan, saat berpuasa, ibu hamil dan menyusui perlu memperhatikan tanda-tanda bahaya yang harus diwaspadai, yakni haus berlebihan, buang air kecil lebih jarang atau urine berwarna gelap, sakit kepala atau demam, serta mual muntah.

Pada ibu hamil, alarm lainnya yang harus diperhatikan ialah berat badan tidak naik atau malah turun, gerak janin berkurang, serta nyeri perut berkala seperti kontraksi. Adapun pada ibu menyusui, waspadai juga jika jumlah ASI menurun, bayi rewel terus karena tak kenyang menyusu, dan pipis bayi berkurang.

"Jika menemui tanda-tanda bahaya itu, sebaiknya batalkan puasa," pungkas Juwalita. (*/H-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More