Surga Kompetisi Produser Musik Elektronik Tanah Air Dimulai

Penulis: Galih Agus Saputra Pada: Rabu, 15 Mei 2019, 09:55 WIB Weekend
Surga Kompetisi Produser Musik Elektronik Tanah Air Dimulai

Dok. Istimewa
Konferensi pers ICE 2019 di Brewerkz Resto & Bar, Senayan, Jakarta, Selasa (14/5).

DEMI membangun ekosistem industri musik elektronik tanah air, Iceperience.id kembali menyelenggarakan program International Clubbing Experience (ICE) 2019. Melalui tajuk #localICEmovement, program tersebut diharap dapat memajukan kualitas talenta lokal sehingga bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri sekaligus di aras internasional. "Bukan hanya dari sisi pelaku musiknya saja, tapi juga dari sisi  audiennya," tutur Perwakilan Iceperience.id, Diopsaputra dalam konferensi pers ICE 2019, di Brewerkz Resto & Bar, Senayan, Jakarta, Selasa (14/5).

ICE 2019 terdiri dari sejumlah rangkaian acara termasuk Electronic Music Producer Contest (EMPC). Tak seperti tahun lalu yang hanya menyediakan kontes meracik (mixing) lagu, pada kesempatan ini sejumlah produser baik amatir maupun profesional akan diberi kesempatan unjuk kompisisi lagunya sendiri, sampai pada akhirnya terpilih salah satu yang terbaik. Pemenang EMPC selanjutnya akan mendapat kesempatan untuk berkolaborasi dengan Pendiri 88 Rising, Sean Miyashiro.

Pendaftaran EMPC sendiri selanjutnya akan dibuka pada 15 Mei 2019 melalui laman daring www.iceperience.id. "Dengan adanya juri tersebut kami berharap EMPC dapat melahirkan sosok produser dengan musikalitas yang mumpuni agar nantinya dapat membuat Indonesia semakin dikenal di panggung musik elektronik dunia," tukas DJ Miko, Panitia Pelaksana EMPC.

DJ Miko dan DJ Osvaldo sepakat bahwa ajang adu kemampuan produser tanah air itu selanjutnya harus didukung sejumlah pakar industri musik elektronik. Oleh karena itu, pada kesempatan ini mereka lantas menggandeng DJ Winky Wiryawan, Riri Mestica, DJ Sumantri, Eka Gustiwana, DJ Haji, Fajar Juliawan, SAE Institute Jakarta yang diwakili Philip Lawrence, serta Sean Miyashiro sendiri untuk menjadi juri.

 

Selain memberi ruang bagi para produser, ICE 2019 turut menyediakan kesempatan bagi disc jockey untuk bertarung dalam DJ Battle di dua kota besar Indonesia, yaitu Bandung dan Jakarta. DJ Akhda selaku pelaksana program DJ Battle di Jakarta menjelaskan bahwa kompetisi tersebut diselenggarakan untuk mencari sosok DJ handal yang tidak hanya piawai memainkan piringan hitam namun juga dapat memainkan musik lintas genre.

"Nantinya pemenang DJ Battle ini juga akan mendapat hadiah berupa kesempatan bermain atau mini tur di beberapa negara Asia, yang diharap dapat menumbuhkan pengalaman maupun jaringan yang luas sehingga akan berpengaruh pada karir bermusiknya," imbuh Akhda.

ICE 2019 turut menyediakan lokakarya yang terbuka bagi pelaku dan penikmat musik elektronik tanah air. Selain itu, gelaran tersebut juga akan dimeriahkan dengan serangkaian acara musik yang akan berlangsung sepanjang tahun 2019. Salah satunya yang menarik adalah 'KinetICE' yang akan berlangsung pada Oktober mendatang. Sesuai namanya, Kinetice merupakan acara musik yang mengolaborasikan musik elektronik, paduan suara, DJ, dan orkestra. (M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More