Sia-Sia Menyembah Berhala

Penulis: Quraish Shihab Pada: Rabu, 15 Mei 2019, 03:45 WIB TAFSIR AL-MISHBAH
Sia-Sia Menyembah Berhala

MI/seno
Quraish Shihab

AL-Ahqaf berarti Bukit-Bukit Pasir. Kandungan surah ke-46 dalam Alquran ini menitikberatkan pada kemuliaan Alquran, penolakan terhadap penyembahan berhala, dan penegasan tentang Hari Kemudian.

"Ha Mim. Kitab ini diturunkan oleh Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana". Demikianlah bunyi Surah Al-Ahqaf ayat 1-2 yang menyebutkan perihal kemuliaan Alquran.

Melalui ayat itu ditegaskan, kitab suci Alquran bersumber dari Allah yang akan mengantar manusia pada tujuan yang benar, yang menghindari dia dari keburukan dan mengantar pada kebaikan.

Pada ayat berikutnya, Allah menyatakan, langit dan bumi diciptakan-Nya untuk satu tujuan dan ada batas waktu yang sudah ditentukan. Karena ada batasnya, dianjurkan agar manusia jangan mengandalkan dunia dan beranggapan akan tetap di dunia.

Dunia hanya tempat menanam dan akhirat tempat menuai. "Namun, orang-orang kafir berpaling dari yang diperingatkan," seperti diungkapkan dalam ayat 3.

Pada ayat 4, ditegaskan berhala-berhala yang disembah oleh orang kafir tidak memiliki keterlibatan dalam kejadian penciptaan alam raya ini. Tidak ada dalam kitab mana pun yang menyebutkan keterlibatan selain Allah dalam penciptaan alam semesta, juga dalam catatan terdahulu.

Lalu siapakah yang lebih sesat daripada orang-orang yang menyembah selain Allah? Padahal, yang dimohonkan tidak bisa mengabulkan apa yang diminta sampai hari kiamat. Berhala-berhala itu bukan saja tidak bisa karena tidak mampu dan mereka juga lalai memperhatikan doa yang dimohonkan. Maka dari itu, sia-sialah mereka yang berdoa pada berhala.

"Dan apabila manusia dikumpulkan pada hari kiamat, sesembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan yang telah dilakukan," begitu bunyi ayat 6.

Meskipun telah diperingatkan bahwa Alquran bersumber dari Allah dan kebenaran datang kepada mereka, orang-orang kafir tersebut tetap saja menganggap itu sihir yang nyata. Bahkan mereka berkata bahwa Nabi Muhammad SAW, mengada-ada dengan mengatasnamakan Tuhan.

Nabi Muhammad pun menjawab, "Jika aku mengada-ada, maka kamu tidak kuasa sedikit pun menghindarkan aku dari azab Allah. Allah Mahamengetahui dari apa yang kamu bicarakan tentang Alquran. Cukuplah Allah menjadi saksi antara kamu dan aku. Allah Mahamengetahui lagi Mahapengampun," begitulah isi ayat 8 Surah Al-Ahqaf.

Dari penjabaran ayat-ayat itu disimpulkan, bahwa penciptaan alam raya mempunyai tujuan dan dapat ditemukan sekian banyak hal, antara lain adanya Hari Kemudian. Kedua, orang-orang yang menyembah berhala atau selain Tuhan, apa yang mereka kerjakan sia-sia dan tidak pantas karena berhala tidak terlibat dalam sedikit pun penciptaan dunia.

Surah ini juga menangkis tuduhan orang musyrik bahwa Alquran dibuat oleh Nabi Muhammad SAW. (Ind/H-3)

 

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Jumat, 19 Jul 2019 / 14 Ramadan 1440 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : 04:25 WIB
Subuh : 04:35 WIB
Terbit : 05:51 WIB
Dhuha : 06:20 WIB
Dzuhur : 11:53 WIB
Ashar : 15:14 WIB
Maghrib : 17:47 WIB
Isya : 18:59 WIB

PERNIK

Read More