Live Transcribe, Aplikasi yang Mudahkan Disabilitas Pendengaran

Penulis: Suryani Wandari Pada: Selasa, 14 Mei 2019, 19:40 WIB Weekend
Live Transcribe, Aplikasi yang Mudahkan Disabilitas Pendengaran

Live Transcribe
Xpresshunt.com

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan ada 466 juta orang di dunia yang tuli dan sulit mendengar. Jumlahnya diperkirakan akan bertambah menjadi 900 juta pada tahun 2050.

Bercermin dari hal itu, Selasa (14/5) Google Indonesia mengenalkan aplikasi baru, Live Transcribe di Kantor Google Indonesia, Pacific Century Place, SCBD, Jakarta. Lewat presentasi video jarak jauh Sagar Savla, Product Manager Google's AI Research Group menjelaskan aplikasi tersebut hadir untuk menunjukan manfaat besar AI dalam bidang kesehatan, khususnya untuk disabilitas pendengaran. Layanan Google ini sekaligus diluncurkan dalam menyambut Hari Aksesibilitas Global yang jatuh 16 Mei.

"Layanan ini didukung oleh Google Cloud, Live Transkripsikan percakapan teks secara real-time dan mendukung lebih dari 70 bahasa dan lebih dari 80% populasi dunia," kata Savla kepada media di kantor Google Indonesiakantor di Mountain View, California, AS.

layanan Android gratis yang membuat percakapan dunia nyata lebih mudah diakses dengan menghadirkan kekuatan teks otomatis ke dalam penggunaan percakapan sehari-hari.
Pengguna hanya cukup mengunduh Live Transcribe di Play Store, jika telah selesai sudah bisa langsung digunakan tak perlu memasukan data akun dan sebagainya. Pengguna bisa menentukan ukuran huruf, tema  dengan menekan tombol setting di kiri bawah. Tak hanya itu bahasa pun dapat ditentukan setidaknya terdapat 70 bahasa termasuk Indonesia, Bahasa Melayu, Urang (Sunda), Jawa dan lainnya.

Pada kanan atas ada lingkaran biru sebagai indikator perekaman. "Jika lingkarannya meluas menandakan ia merekam diluar suara inti misalnya suara anjing, ketukan pintu dan sebagainya," lanjut Sagar. Nantinya layanan ini akan input teks berbasis suara. Di mana saat Anda mengucapkan kalimat, kata-kata otomatis diubah menjadi sebuah teks yang akan tampil di layar smartphone yang tentunya harus sama dengan bahasa yang sedang digunakan. Penggunaan bahasa bisa dilihat dibagian bawh, pengguna pun bisa menentukan bahasa utama dan kedua sehingga gampang menggantinya denga sekali ketukan.

Untuk menciptakan ini Google bermitra dengan Universitas Gallaudet, Amerika Serikat. Mereka memulai kolaborasi penelitian pengalaman pengguna yang memastikan kebutuhan pengguna inti terpuaskan sambil memaksimalkan potensi teknologi. "Kami mempertimbangkan beberapa modalitas, komputer, tablet, smartphone, dan bahkan proyektor kecil yang berbeda, yang merupakan cara untuk menampilkan informasi dan keterangan pendengaran. Pada akhirnya, kami memutuskan untuk fokus pada faktor bentuk ponsel cerdas karena keberadaan perangkat-perangkat ini di mana-mana dan meningkatnya kemampuan yang mereka miliki," tambah Savla.

Sampai sekarang, aplikasi Live Transcribe masih dalam tahap beta. Teknologi yang memberdayakan aplikasi Live Transcribe sudah tertanam di ponsel Google Pixel 3 dan dapat diaktifkan di pengaturan aksesibilitas. Aplikasi ini pun masih dalam tahap early access dan dalam pengembangan lebih lanjut untuk mengharapkan feedback dari penggunanya. (M-1)

Baca juga: Agar Terhindar Debat dengan Orang Ngeyel

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More