Agar Terhindar Debat dengan Orang Ngeyel

Penulis: Abdillah Marzuqi Pada: Selasa, 14 Mei 2019, 16:10 WIB Weekend
Agar Terhindar Debat dengan Orang Ngeyel

Roman Kosolapov/ Shutterstock
Adu argumen

MAU tidak mau ada kalanya kita harus berurusan dengan orang yang berkepribadian sulit menerima masukan, atau singkatnya disebut ngeyel. Situasi pun kerap makin tidak enak jika kita terpaksa harus beradu argumen atau meluruskan pendapatnya. Lalu bagaimana kita bisa terhindar dari emosi saat berinteraksi dengan mereka, terutama di bulan puasa seperti ini?
Ternyata ada cara untuk berinteraksi dengan mereka. Psikolog klinis, Seth Meyers, membahasnya dalam psychologytoday.com (14/5).

Orang berkepribadian sulit kerap dikaitkan dengan pola interaksi sosial. Secara psikologi klinis, mereka disebut memiliki gangguan kepribadian seperti membatasi diri, narsis, ataupun antisosial. Semua gangguan kepribadian memiliki kesamaan, yakni pola berpikir yang kaku dan tidak sehat. Mereka sering bermasalah dalam hubungan pribadi, lingkungan sekitar, dan pekerjaan.

Para penderita biasanya memiliki orientasi kepribadian yang labil sejak awal masa remaja. Penyebab gangguan itu tidak diketahui secara pasti. Bisa jadi gangguan itu terkait dengan hubungan dengan orang tua, pengasuh, atau orang dekat lainnya. Interaksi manusia dimulai dari orang dan lingkungan terdekat.

Apakah kebanyakan penderita sadar bahwa mereka memiliki gangguan kepribadian? Singkatnya, tidak.  Para penderita punya pertahanan psikologis yang kaku. Pertahanan itulah yang mencegah penderita memiliki kesadaran diri. Ketika ada masalah, mereka otomatis melihat ke luar dan menyalahkan orang lain.

Orang sulit tidak memiliki kemampuan untuk bertanggung jawab penuh atas tindakan mereka sendiri. Hal itu mengakibatkan hubungan mereka selalu berdampak buruk. Meski sulit, masih ada strategi dalam berinteraksi tanpa harus frustrasi, dan emosi. Strategi itu penting untuk menghindari pertengkaran. Karena tengkar sedikit, bisa jadi konflik. Berikut langkah-langkahnya:

- Hindari Debat

"Jangan pernah berdebat dengan seseorang yang percaya kebohongan mereka sendiri," saran Maeyers.
Frustrasi ketika berhadapan orang sulit, cara yang paling baik adalah tinggalkan mereka sendiri. Orang berkepribadian sulit tidak bisa melihat kenyataan. Mereka bahkan tidak mampu menghormati konvensi dasar sosial yaitu keadilan dan saling hormat.

Penderita kepribadian sulit biasanya berbohong pada diri mereka sendiri dalam beberapa cara. Mereka biasa berkata pada diri sendiri bahwa mereka tidak pernah salah. Orang lain yang harus disalahkan. Menyalahkan orang lain adalah tindakan yang dibenarkan. Mereka dapat dipercaya tetapi yang lain tidak. Mereka mengatakan pada diri sendiri bahwa mereka jujur dan bertindak dengan integritas.

Mengulang-ulang kutipan itu kepada diri sendiri bisa diterapkan untuk self-talk positif (dialog batin) pada saat perasaan mulai terpicu atau terprovokasi lawan bicara yang punya masalah berkepribadian sulit. "Akhirnya, ada alasan seseorang tidak boleh berdebat dengan seseorang yang percaya kebohongan mereka sendiri. Orang berkepribadian sulit bersikap berdasarkan dari buku pedoman yang sama sekali berbeda dan terganggu," lanjut Meyers.


- Ikhlas untuk Tidak Menang

Orang sulit mendasari segala pola hubungan termasuk pekerjaan, sekolah, atau interaksi sosial. Mereka cenderung tidak ramah atau sulit percaya. Mereka bisa menjadi agrasif dan kompetitif. Mereka juga memendam rasa iri dan amarah.

Ketika masuk lingkungan baru, orang sulit akan langsung mencoba mengidentifikasi ancaman atau lawan. Mereka melihat situasi sosial sebagai interaksi yang menghasilkan pemenang atau pecundang. Orang sulit tidak pernah menganggap dirinya salah ataupun kekurangan. Mereka tidak terima diekspos karena kelemahan atau keterbatasan, sehingga mereka harus mengakhiri konflik dengan merasa menang.

"Anda tidak akan pernah "menang" dengan seseorang yang harga dirinya bergantung sepenuhnya pada hasil dari suatu konflik, sehingga satu-satunya strategi menjaga kewarasan bagi orang lain adalah menghindari terlibat terlalu dalam dengan mereka," tambah Meyers.


- Utamakan keberlangsungan hubungan baik

Meyers memberi tahu pasiennya yang berurusan dengan penderita kepribadian sulit agar ia menganggap orang sulit adalah orang yang hidup dalam penjara. Orang sulit mungkin punya hubungan dekat, tetapi biasanya saling bertentangan atau kosong, seperti hanya urusan untung-rugi, tanpa emosi atau ikatan.


- Tetap tenang adalah kekuatan.

Sangat tidak disarankan berhadapan dengan orang sulit tanpa ketenangan. Orang sulit sering tidak bahagia dan dalam suasana hati yang negatif. Tanpa sadar, mereka berusaha membuat orang di sekitar mereka merasakan perasaan yang sama. Ketika sadar jeratan orang sulit, segera gunakan teknik pengalih perhatian mental.

Ketika sadar berhadapan dengan orang sulit dan hampir terbawa dalam perasaan negatif mereka, segera alihkan perhatian. Bisa saja dengan mendaftar nama teman yang bakal menikah, mendaftar barang yang dibutuhkan selama sebulan, ataupun menyusun jadwal bersih-bersih.

Pesannya, orang sulit memang sangat pandai dalam mengacak-acak emosi orang lain. Tentu tidak realistis jika memutuskan hubungan dengan mereka. Biasanya mereka ada disekitaran, tempat kerja, sekolah, ataupun lingkungan. Cara tersebut bisa digunakan untuk mencegah emosi akibat interaksi dengan orang sulit. (M-1)

Baca juga: Efek 'Blue Health' bagi Tubuh

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More