PM Selandia Baru Bertekad Perangi Kebencian Daring

Penulis: Basuki Eka Purnama Pada: Selasa, 14 Mei 2019, 12:15 WIB Internasional
PM Selandia Baru Bertekad Perangi Kebencian Daring

AFP/Marty MELVILLE
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern

PERDANA Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern akan bergabung dengan para pemimpin dunia lainnya meluncurkan 'Seruan Christcurch' yang bertujuan memerangi ekstremisme daring dalam sebuah pertemuan internasional di Paris, Rabu (15/5), Seruan itu dilansir setelah pembunuhan massal terparah di Selandia Baru.

Para negara peserta akan diminta berkomitmen menghapuskan konten terorisme dan ekstremisme di media sosial dan platform daring lainnya.

Langkah itu dipicu oleh aksi pembunuhan massal pada Maret lalu di dua masjid di Christchurch oleh seorang pria berkulit putih yang menayangkan langsung aksinya di Facebook dengan menggunakan kamera kepala saat dia menembak mati 51 orang.

Arden telah menjadi penggerak pertemuan di Paris itu bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron.

"Macron merupakan salah satu pemimpin negara dunia yang menghubungi PM kami tidak lama setelah serangan itu. Dia memiliki sejarah panjang menjadikan penghapusan unggahan kebencian sebagai prioritas," ujar Duta Besar Selandia Baru untuk Prancis, Jane Coombs.

Baca juga: Penyebar Video Teror Masjid Selandia Baru Dapat Ancaman

"Itu adalah masalah global yang membutuhkan tanggapan global," imbuhnya.

Ardern mengatakan Facebook telah mencabut 1,5 juta kopi dari video pembantaian Christchurch dalam tempo 24 jam pascainsiden itu. Namun, dia masih melihat rekaman itu diputar secara otomatis di feed pribadinya.

Sejak penyerangan itu, Ardern secara keras mengutuk raksasa teknologi yang dianggap tidak mengambil langkah yang memadai ektremisme daring.

Mereka yang hadir dalam KTT di Paris akan mencakup kepala negara atau perwakilan pemerintah dari Inggris, Kanada, Irlandia, Norwegia, Yordania, Senegal, dan Indonesia.

Eksekutif teratas dari Twitter, Microsoft, Google, dan Amazon juga akan hadir. (AFP/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More