Senin 13 Mei 2019, 19:35 WIB

Fans Kecewa Dany Jadi Mad Queen

Thalatie K Yani | Weekend
Fans Kecewa Dany Jadi Mad Queen

dok. HBO
Game of Throne

Setelah kekecewaan akan pertarungan di Winterfell, penggemar serial Game of Throne kembali tidak puas dengan episode ke lima. Para penggemar menyaksikan Daenerys Targaryen membakar Kings Landing rata dengan bumi. Tidak hanya membakar tentara yang sudah menyerah, semua warga Kings Landing baik pria, perempuan, dan anak-anak turut dibakar.

Banyak yang berpendapat pengampunan yang brutal itu bertentangan dengan perkembangan krakternya selama 9 tahun dan cerita yang cermat, dengan Daenerys yang dahulu menunjukan belas kasih kepada para tawanannya.

Kekecewaan pun meramaikan lini masa Twitter. "Penulis #gameofthrones membuat Daenerys menjadi 'Mad Queen' sangat membingungkan untuk ditonton."

Kicauan yang lain juga menyatakan kekecewaan akan keputusan penulis yang membuat karakter Ibu Naga itu mirip ayahnya King Aerys II Targaryen yang juga dikenal sebagai Mad King.

Banyak yang menyalahkan bidang kreatif David Benioff dan D B Weiss yang sebelumnya menghindari membuat Daenerys menjadi 'Mad Queen', tiba-tiba mengubah karakternya dan menjadi gila.

Namun masih dipertanyakan bagaimana George RR Martin ingin mengakhiri alur ceritanya. Sang pencipta serial pemenang Emmy itu, giliran Daenerys menunjukan sisi gelapnya saat musim pertama.

"Ada sesuatu yang mengerikan tentang Dany menanggapi kematian musuh-musuhnya," kata Benioff, yang menujukan kematian Viserys (Harry Lloyd).

"Bahkan di musim pertama, saat Khal Drogo (Jason Momoa) memberikan mahkota emas kepada Viserys dan reaksinya melihat kepala saudara lelakunya meleleh. Dia adalah saudara yang mengerikan, jadi saya tidak berpikir ada yang menangis keteika Viserys meninggal," ujarnya. (dailymail/hollywoodreporter/M-3)

Baca juga : 'Coffee is Coming': Blooper Game of Thrones Ini Hebohkan Warganet

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More