Bea Cukai Temukan Empat Bangunan Penimbun Rokok Ilegal di Jepara

Penulis: mediaindonesia.com Pada: Senin, 13 Mei 2019, 15:42 WIB Nusantara
Bea Cukai Temukan Empat Bangunan Penimbun Rokok Ilegal di Jepara

Dok Ditjen Bea Cukai
Temuan rokok ilegal dari bangunan di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

BEA Cukai Kudus, Jawa Tengah, menindak empat buah bangunan yang diduga sebagai tempat penimbunan rokok ilegal di Jepara pada Selasa (7/5).

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima mediaindonesia.com, dari penindakan tersebut, petugas Bea Cukai Kudus berhasil mengamankan 277.640 batang rokok ilegal, 1.454 Kg etiket, dan 67 roll cigarette tipping paper.

Kepala Kantor Bea Cukai Kudus Imam Prayitno mengungkapkan, penindakan berawal dari diperolehnya informasi dari masyarakat. "Ada informasi yang menyatakan bahwa terdapat beberapa bangunan yang digunakan sebagai tempat penimbunan atau pengemasan rokok ilegal," ujar Imam.

Berdasarkan informasi tersebut, petugas Bea Cukai Kudus mengamati lokasi dimaksud di daerah Desa Brantaksekarjati, Kabupaten Jepara. "Petugas kemudian melakukan pemeriksaan keempat bangunan tersebut dan menemukan 277.640 batang. Selain itu ditemukan juga etiket sebanyak 1.454 kg, Cigarrete Tipping Paper (CTP) sebanyak 67 roll dan alat pemanas," ungkap Imam.

Baca juga: Bea Cukai Atambua Gagalkan Penyelundupan 177 Karung Pakaian Bekas

Diperkirakan nilai rokok ilegal yang berhasil diamankan mencapai Rp198.512.600 dengan potensi kerugian negara mencapai Rp131.064.127. Saat ini petugas telah membawa barang bukti ke Kantor Bea Cukai Kudus guna pengamanan.

Dari Januari hingga 7 Mei 2019, Bea Cukai Kudus melakukan 35 kali penindakan di bidang cukai dan berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara kurang lebih sebesar Rp3 miliar. Hal ini dicapai berkat kerja sama yang erat antara Bea Cukai Kudus dengan masyarakat dalam menekan angka peredaran rokok ilegal. (X-15)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More