Senin 13 Mei 2019, 15:37 WIB

Bea Cukai Atambua Gagalkan Penyelundupan 177 Karung Pakaian Bekas

mediaindonesia.com | Nusantara
Bea Cukai Atambua Gagalkan Penyelundupan 177 Karung Pakaian Bekas

Dok Bea Cukai Atambua
Tim patroli darat Bea Cukai Atambua menemukan pembongkaran dan pemuatan 177 karung pakaian bekas yang diduga berasal dari Timor Leste.

 

BEA Cukai Atambua di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, menggagalkan gagalkan penyelundupan 177 karung pakaian bekas pada Jumat (10/5). Kejadian itu berlangsung di perairan Pantai Selewai, Kabupaten Belu, NTT.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima mediaindonesia.com, Senin (13/5), penindakan yang dilakukan oleh Bea Cukai tersebut merupakan bentuk pengawasan terhadap barang ilegal serta pelaksanaan fungsi community protector yang dimiliki Bea Cukai.

Kepala Kantor Bea Cukai Atambua Tribuana Wetangterah mengungkapkan, penindakan yang dilakukan oleh Kantor Bea Cukai tersebut berawal dari informasi penyelundupan pakaian bekas di sekitar wilayah Teluk Gurita.

"Menindaklanjuti hal itu, petugas Bea Cukai Atambua segera melakukan patroli darat dan pemantauan di wilayah tersebut," ujar Tribuana.

Sekitar pukul 07.00 Wita di Pantai Selewai, tim patroli darat Bea Cukai Atambua menemukan dan menindak pembongkaran dan pemuatan pakaian bekas ke dalam satu unit light truk dan satu unit mobil pickup. "Pakaian bekas tersebut diduga berasal dari Timor Leste dan masuk ke Indonesia tanpa dokumen pemberitahuan impor barang," tambah Tribuana.

Baca juga: Bea Cukai Sulsel Musnahkan 12 Juta Batang Rokok Ilegal

Untuk keperluan pencacahan dan pemeriksaan, barang bukti berupa 177 karung pakaian bekas, satu unit light truk, dan satu unit mobil pickup dibawa ke Kantor Bea Cukai Atambua untuk disidik lebih lanjut.

Atas kejadian itu, pelaku dituntut dengan ancaman pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 102 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan pidana penjara paling lama lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp5 miliar. Selain itu, kegiatan tersebut juga melanggar Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 51/M-Dag/Per/7/2015 Tahun 2015 tentang Larangan Impor Pakaian Bekas. (X-15)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More