Senin 13 Mei 2019, 07:20 WIB

DPR Jamin Pemerintah Efektif

Akmal Fauzi | Politik dan Hukum
DPR Jamin Pemerintah Efektif

MI/Susanto
Suasana rapat paripurna pembukaan masa sidang ke-V di Gedung Nusantara II DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (8/5).

 

PARTAI-PARTAI di Koalisi Indonesia Kerja (KIK) menjanjikan pemerintahan yang efektif bagi Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada periode 2019-2024. Mereka menguasai kursi di DPR sehingga bisa menjadi partner yang konstruktif.

KIK berjaya di Pemilu Legislatif 2019 untuk menyempurnakan kemenangan di pilpres meski hasil resmi baru akan diumumkan 22 Mei nanti. Hasil real count Komisi Pemilihan Umum hingga kemarin menunjukkan mereka terus mendominasi.

Gabungan perolehan suara PDIP, Golkar, NasDem, PKB, dan PPP mencapai 56%. Apalagi, dua partai pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yakni Demokrat dan PAN, disebut-sebut juga akan pindah haluan.

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan partai-partai pendukung pemerintah tidak akan menghambat kebijakan Jokowi-Amin. "Insya Allah dengan konfigurasi seperti ini, pemerintahan Jokowi-Kiai Ma'ruf akan semakin efektif untuk membawa Indonesia maju," kata Ace saat dihubungi di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan, KIK bakal semakin solid mengawal pemerintahan sehingga Jokowi-Amin bisa fokus membangun Indonesia tanpa khawatir adanya tekanan politik di parlemen. "Kalau DPR dikuasai secara mayoritas oleh pemerintahan Pak Jokowi, ya tentu akan lebih efektif proses pengambilan keputusannya."

Senada, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan pemerintahan Jokowi-Amin akan jauh lebih stabil karena kuatnya dukungan di DPR. Hal itu berbeda dengan di 2014 yang pada awalnya DPR dikuasai partai oposisi.

Dukungan bagi pemerintah Jokowi-Amin akan semakin kuat karena KIK juga bakal mendominasi pimpinan DPR. "Yang menggembirakan komposisi 5 pemimpin DPR itu ialah 4 dari Koalisi Indonesia Kerja dan 1 Partai Gerindra dari partai pendukung Prabowo," ucapnya.

PDIP diprediksi mendapatkan 133 kursi di parlemen. Sebagai peraih kursi terbanyak, mereka diyakini mendapatkan jatah Ketua DPR dan Puan Maharani disebut-sebut paling berpeluang menduduki jabatan itu. "Dengan demikian, pemerintahan ke depan akan jauh lebih stabil, lebih efektif, karena kuatnya dukungan di parlemen," tutur Hasto.

Harapan baru

Secara terpisah, peneliti senior Forum Masyarakat Peduli Parlemen Lucius Karus memperkirakan wajah parlemen 2019-2024 akan membawa harapan. "Walaupun dari sisi parpol tak ada parpol baru yang menghuni parlemen, di balik parpol-parpol itu ada figur-figur politisi muda dan baru yang memberikan harapan akan terjadinya perubahan."

Harapan baru itu, imbuh Lucius, juga lantaran komposisi yang sejak awal didominasi koalisi pendukung pemerintah. Dengan komposisi itu, ruang bagi kerja-kerja nyata untuk perubahan bisa lebih terbuka. DPR pun mestinya tak sulit untuk mendukung program-program pemerintah.

Dengan koalisi yang jelas sejak awal, DPR juga tidak akan menghabiskan banyak waktu untuk berebut kekuasaan sebagaimana terjadi pada 2014. "DPR bisa langsung bekerja sesuai dengan fungsi pokok mereka sejak di-lantik," tandas Lucius. (Ths/X-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More