Minggu 12 Mei 2019, 08:00 WIB

Dianggap Mengajak Makar, Permadi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Media Indonesia | Politik dan Hukum
Dianggap Mengajak Makar, Permadi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

MI/Susanto
Partai Gerindra Permadi

 

POLITIKUS Partai Gerindra Permadi kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya (PMJ) terkait ujarannya yang mengandung adanya seruan untuk melakukan makar.

Pelaporan itu dilakukan oleh caleg PDIP Stefanus Asat Gusma, Jumat (10/5). Laporan itu didasarkan pada video yang sudah tersebar di media sosial.

“Aku melaporkan, hari ini bahwa video itu dianggap ada ajakan untuk makar, kemudian ada ajakan untuk berbuat tindak kejahatan yang merugikan keamanan negara karena menyampaikan sesuatu yang belum tentu benar dan meresahkan dan membuat onar di masyarakat,” kata Stefanus Asat Gusma di PMJ Jakarta, Jumat (10/5).

Selain itu, Stefanus juga membawa alat bukti untuk memperkuat pelaporannya. Alat bukti itu ialah gambar dan video dari media sosial.

“Bukti yang dibawa berupa video dan beberapa capture-an di media sosial. Kami mendapatkan buktinya berangkat dari video yang viral dari media sosial di Facebook dan broadcast di Whatsapp group,” ujar Stefanus.

Stefanus mengatakan laporan itu sudah disampaikan kepada pihak PMJ dan akan diproses secepatnya. Namun, dalam pelaporan yang diajukan oleh Stefanus, undang-­undang yang disangkakan ialah terkait dengan UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnik dan KUHP terkait dengan pasal tindak kejahatan yang mengganggu keamanan negara. Stefanus mengaku tidak menggunakan UU ITE karena ia ingin polisi fokus pada ujaran yang ­disampaikan Permadi.

“Tidak dijerat UU ITE karena saya tidak mau fokus pada siapa yang menyebarkan konten video itu. Memang di video sudah jelas-jelas ajakan dan ada seruan menyebut etnik tertentu. Kemudian ada ajakan tidak tunduk pada ­konstitusi, melakukan ­revolusi,” ujar Stefanus.

Dalam kasus lain, setelah ­dilaporkan, mantan Kepala Staf Komando Cadangan ­Stra­tegis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zen melaporkan balik pelapornya, ­Jalaludin, atas tuduhan makar dan penyebaran berita bohong.

Melalui kuasa hukumnya, Pitra Romadhoni, Kivlan melaporkan balik ­Jalaludin ke Bareskrim dengan tuduhan pengaduan palsu dan fitnah. Ia melaporkan balik Jalaludin pada Sabtu (11/5) pukul 13.00 WIB.

“Kehadiran kita di sini ­yaitu ingin melapor balik pelapor atas nama Jalaludin. ­Jalaludin pada 7 Mei 2019 telah ­membuat laporan polisi terhadap klien kami dengan tuduhan ­tindak pidana ­pemberantasan berita bohong dan tuduhan ­makar,” kata Pitra Romadhoni di Bareskrim, Sabtu (11/5).

Kivlan melaporkan balik ­karena keberatan dan risih atas pelaporan Jalaludin itu dan merasa tak pernah ­melakukan makar. (Iam/X-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More