Minggu 12 Mei 2019, 07:45 WIB

Menhub Siapkan Strategi Kelancaran Arus Mudik

Andhika prasetyo | Ekonomi
Menhub Siapkan Strategi Kelancaran Arus Mudik

ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho
Pekerja mengecat marka jalan di jalan jalur Pantura Demak, Jawa Tengah.

 

MENTERI Perhu­bungan Budi Karya Sumadi mengatakan penyeberangan Merak-Bakauheni serta sebaliknya akan menggunakan kapal lebih besar dan cepat dalam upaya memperlancar arus mudik dan balik Lebaran 2019.

“Langkah itu kita lakukan sebagai salah satu upaya kita untuk menghindari antrean dan kemacetan panjang penumpang serta kendaraan,” kata Menhub Budi Karya seusai melakukan Rapat Koordinasi Angkutan Lebaran di Dermaga Executive Pelabuhan Merak, Sabtu (11/5).

Menhub meninjau Terminal Eksekutif Merak-Bakauheni dan rapat koordinasi Lebaran 2019. Hadir dalam kegiatan itu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, dan Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (persero) Ira Puspadewi.

Menurut Menhub, dengan ditambah kapasitas kapal penyeberangan itu, jumlah penumpang bisa ditampung lebih banyak dan kecepatan kapal bisa bertambah.

Langkah lain yang akan ditempuh untuk memperlancar arus mudik balik ialah dengan melarang truk pengangkut kebutuhan pokok melalui Pelabuhan Merak-Bakauheni, tetapi mengarahkannya berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok.
“Kita juga minta di kapal penyeberangan agar disediakan jaket keselamatan yang cukup,” katanya.

Percepatan perbaikan
Setelah meninjau Pelabuhan Merak, Menhub dan Menteri PU-Pera Basuki Hadi­muljono meninjau proyek Tol Ruas

Pematang Panggang-Kayu Agung.
Kondisi pengerjaan jalan tol dari Lampung hingga ke Palembang tidak menemui kendala berarti. Hanya belum bisa dioperasionalkan secara penuh. “Kami memastikan untuk arus mudik dan balik Lebaran ini akan difungsional­kan,” kata Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono.

Ruas Tol Kayu Agung Palembang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk penyelesaian hingga mencapai 100%. PT Waskita Karya menargetkan penyelesaian pada Oktober 2019.

“Ruas tol ini (Pematang Panggang-Kayu Agung-Palembang) akan difungsionalkan. Berbeda dengan beberapa tol di Lampung yang diope­rasionalkan karena progresnya sudah rampung,” kata Basuki. Untuk fungsional itu, kata dia, akan dilakukan pada H-7 Lebaran atau pada 30 Mei nanti.

Budi Karya berterima kasih atas kerja keras Kementerian PU-Pera karena sudah membangun Tol Trans-Sumatra dengan dengan panjang ruas lebih dari 300 kilometer. “Dengan adanya tol, ini tentu akan membantu memangkas waktu tempuh. Biasanya dari Lampung ke Palembang butuh waktu sekitar 12 jam, kini bisa ditempuh dengan waktu 7 jam saat tol difungsionalkan,” kata Budi.

Meski masih fungsional, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kakorlantas untuk bisa mengoordinasi kesiapan tol ini.
“Nantinya akan dioperasikan pukul 06.00 sampai pukul 18.00 WIB. Sementara ini masih dibatasi mengingat belum lengkapnya sarana dan prasarana, seperti lampu jalan,” jelasnya.

Ditambahkan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Danang Perikesit, pihaknya berharap agar H-10 Lebaran nanti pengerjaan Tol Lampung-Palembang sudah selesai.

“Kita berharap agar semua masalah yang ditemukan dalam pengerjaan tol bisa diselesaikan. Contohnya pada akses gerbang keluar Tol Terbanggi Besar,” katanya.(DW/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More