Jumat 10 Mei 2019, 20:37 WIB

Bela SBY Dan Demokrat, BPN Sebut Kivlan Zein Bukan Anggotanya

Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum
Bela SBY Dan Demokrat, BPN Sebut Kivlan Zein Bukan Anggotanya

MI/Adam Dwi
Juru bicara BPN Prabowo-Sandi Andre Rosiade

 

JURU bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade mengatakan di balik saling tuding antara Partai Demokrat dan Kivlan Zen, pihaknya tetap meyakini Demokrat solid mendukung Prabowo-Sandi dari awal.

"Yang jelas kami merasakan Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum Demokrat) dan Demokrat mendukung Pak Prabowo. Itu yang BPN rasakan," kata Andre, ketika dihubungi, Jumat (10/5).

Andre mengaku dirinya lebih meyakini komitmen dari SBY dan Demokrat ketimbang pendapat dari Kivlan Zen tersebut. Selain itu, ia juga membantah perihal pernyataan Kivlan mewakili BPN.

"Pak Kivlan bukan anggota BPN. Pendapat saya berbeda dengan Pak Kivlan Zen. Pak SBY ingin Pak Prabowo jadi presiden dan PD solid di koalisi. Jadi saya tidak sepakat dengan Pak Kivlan Zen," kata Andre.

Baca juga : Serangan Kivlan Klimaks Tak Akurnya Hubungan Demokrat di Koalisi

Sebelumnya, Kivlan Zein menuding Partai Demokrat menjadi pembajak di koalisi Prabowo-Sandi.

"Masa kita dibilang setan gundul. Orang Demokrat nggak jelas kelaminnya, SBY nggak jelas kelaminnya, dia mau mencopot Prabowo supaya jangan jadi calon presiden dengan gayanya segala macam," tutur Kivlan.

Kivlan juga mengatakan bahwa ia merupakan senior dari Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sehingga ia mengetahui tabiat juniornya tersebut, yang ia nilai licik dan ingin berkuasa secara tunggal.

"Saya tahu sifatnya mereka ini saling bersaing antara Prabowo dan SBY. Dia tak ingin ada jenderal lain yang jadi presiden, dia ingin dirinya sendiri dan dia orangnya licik. Sampaikan saja bahwa SBY licik. Dia junior saya, saya yang mendidik dia, saya tau dia orangnya licik, dia mendukung 01 waktu menang di tahun 2014," pungkas Kivlan. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More