Jumat 10 Mei 2019, 16:10 WIB

Qatar, Maskapai dan Bandara Terbaik 2019

Tosiani | Weekend
Qatar, Maskapai dan Bandara Terbaik 2019

dok. AFP
Qatar Airways

Sebuah survei yang dilakukan Airhelp, menyebutkan sejumlah maskapai dan bandara internasional mendapatkan peringkat terbaik dan terburuk tahun 2019. Airhelp merupakan perusahaan yang membantu penumpang dengan klaim kompensasi untuk penerbangan yang tertunda, dibatalkan, atau padat

Berdasarkan survei itu ada 10 maskapai yang masuk 10 besar, di mana Qatar Airways menempati peringkat pertama. Disusul American Airlines, Aeromexico di nomor tiga, SAS Scandinavia Airlines nomor empat, dan Qantas di nomor lima. Lima peringkat terbaik di bawahnya ada LATAM Airlines, West Jet, Luxair, Austrian Airlines, dan Emirates.

AirHelp juga menempatkan 10 maskapai menjadi yang terburuk. Yakni Adria Airways (63), Aerolineas Argentinas (64), Transavia (65), Laudamotion (66), Bahasa Norwegia (67), Ryanair (68), Korean Air (69), Kuwait Airways (70), Easy Jet (71), dan Thomas Cook (72).

Adapun maskapai berbasis Inggris dengan peringkat terbaik adalah Flybe di urutan 11. Diikuti Virgin Atlantic (15). British Airways (23) dan Jet2 (54). Liga Maskapai AS dalam satu liga, dengan peringkat kedua terbaik adalah United Airlines (16) dan Delta Airlines (17).

Bagaimana dengan maskapai Indonesia? Ternyata Garuda menempati peringkat ke-14 berdasarkan survei itu.

Bandara

Tidak semata maskapai, AirHelp juga memilih 10 bandara internasional terbaik. Posisi pertama ada Bandara Internasional Hamad di Qatar, Bandara Internasional Tokyo Jepang (2), Athena Internasional Yunani (3), Bandara Internasional Afonso Pena di Brasil (4), Bandara Gdansk Lech Walesa di Polandia (5), Moscow Sheremetyevo International di Rusia (6), Bandara Changi Singapura (7), Hyderabad Rajiv Gandhi International di India (8), Bandara Tenerife North di Spanyol (9), dan Campinas International di Brasil.

Adapun 10 bandara terburuk versi AirHelp adalah Bandara London Gatwick Inggris, Bandara Billy Bishop Toronto City Kanada, Bandara Porto Portugal, Bandara Paris Orly Perancis, Bandara Manchester Inggris, Bandara International Malta, Bandara International Henri Coanda Bucharest di Rumania, Bandara Eindhoven di Belanda, Bandara International Kuwait, dan Bandara Lisbon Portela Portugal.

Pihak AirHelp mengaku memilih maskapai penerbangan itu berdasarkan maskapai yang paling dikenal dan paling panyak diterbangkan. Serta bandara paling terkenal dan paling sering digunakan. Tentu dengan pengecualian selain maskapai yang datanya tidak diperoleh AirHelp.

CEO sekaligus co-founder AirHelp, Henrik Zilmer, mengatakan, Skor AirHelp 2019 ini untuk pemacu industri penerbangan Inggris untuk berbenah karena terus menerus mengecewakan penumpang.

"Harus ada yang dilakukan untuk menyesuaikan dengan permintaan penumpang yang terus berubah, seperti menambah dan memperluas landasan pacu untuk bandara. Juga memenuhi kekurangan pilot dan memperbaiki kondisi awak kabin bagi maskapai," katanya seperti dikutip dari Daily Mail.

Juru Bicara Asosiasi Operator Bandara mengatakan, Bandara Inggris telah menawarkan layanan kelas dunia untuk penumpang Inggris. Hampir 85% orang merasa cukup dan sangat puas dengan pengalaman perjalanan terbaru. Juga sekitar 80% merasa cukup dan sangat puas dengan keamanan bandara.

Pemerintah Inggris, lanjut Henrik, telah meminta industri penerbangan untuk memberikan modernisasi wilayah udara. Modernisasi ruang udara akan meningkatkan ketahanan dan kapasitas untuk memenuhi permintaan perjalanan di masa depan, sambil mengurangi dampak lingkungan penerbangan.

Juru bicara Thomas Cook Airlines menilai laporan AirHelp itu tidak layak dan berasal dari perusahaan manajemen klaim yang mendapat untung dari klaim kompensasi yang harusnya menjadi milih pelanggan. "Ketika pelanggan datang pada kami dengan klaim keterlambatan penerbangan, kami membayar segera, langsung, dan penuh,"katanya.

Pihak Easyjet mengatakan pada 2018 lebih dari 91% penerbangannya tiba dalam waktu satu jam lebih awal dari jadwal. Pihaknya juga memilih fokus berkelanjutan pada ketepatan waktu dan layanan pelanggan. (M-3)

Baca juga : Bahaya, Ancaman Kepunahan Spesies Meningkat Drastis!

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More