Kamis 09 Mei 2019, 21:00 WIB

BSNP Nilai Hasil UN Masih Dibawah Standar

Syarief Oebaidillah | Humaniora
BSNP Nilai Hasil UN Masih Dibawah Standar

TWITTER
Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan Bambang Suryadi

 

KENDATI secara umum hasil Ujian Nasional ( UN) jenjang SMA dan SMK sederajat terjadi kenaikan peningkatan dibanding tahun lalu.Namun dinilai masih banyak nilai yang berada di bawah standar atau kriteria pencapaian kelulusan yaitu 55 atau skala 0-100 .

“Artinya, secara umum kemampuan akademik siswa kita, termasuk kemampuan menyelesaikan masalah melalui soal HOTS masih rendah dan perlu ditingkatkan,” kata Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi menjawab Media Indonesia, di Jakarta, Kamis (9/5) .

Hasil UN tersebut, kata Bambang, merefleksikan kemampuan guru dalam melakukan proses pembelajaran. “ Oleh karena itu tindak lanjut yang urgent dan segera dilakukan adalah peningkatan kompetensi guru dalam melakukan proses pembelajaran dan penilaian,” ujarnya.

Bambang mengutarakan berdasarkan laporan Bank Dunia terjadi "schooling without learning" atau anak bersekolah tetapi tidak mengalami proses pembelajaran mengkonfirmasi hasil UN tersebut. “Jadi tantangan para guru adalah bagaimana membuat learning atau pembelajaran terjadi di sekolah,” tegasnya.

Dihubungi terpisah, Kepala SMP Lab School Cibubur, Jakarta, Uswadin Usman mengutarakan tentang materi High Order Thingking Skill (HOTS) dalam UN para siswa di sekolahnya telah dibiasakan berpikir tingkat tinggi dan memcahkan masalah dengan berjenjang. Dengan latihan high problem solving para siswa dilatih untuk bisa memecahkan soal yang memanfaatkan keterkaitan pengetahuan lain sebelumnya atau perlu ketelitian dan kejelian dalam menjawab.

“Secara umum siswa dan guru kami sudah dibiasakan dan dikenali dengan soal HOTS sehingga tidak begitu masalah. Kami memberikan PM atau Pendalaman Materi di kelas 9 dan salah satu nya adalah membiasakan menemu kenali dan menjawab soal bertipe HOTS,” tegasnya.

Uswadin menambahkan, analisis hasil UN sudah dimanfaatkan dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah.Melalui analisis tersebut pihaknya dapat mengetahui kelemahan-kelemahan dari materi pelajaran UN yang disampaikan ke siswa.

“Guru mendapat informasi tentang konsep konsep apa yang harus diperbaiki dalam pembelajaran. Sekolah selalu memberikan hasil analisis UN kepada guru-guru dengan harapan guru akan lebih fokus memperbaiki kelemahan dan metode sesuai dengan karakteristik materi dan mata pelajarannya. Dengan memberikan analisis UN kepada guru maka hasil UN sekolah akan baik dan mendapatkan prestasi tinggi,” paparnya.

Uswadin menjelaskan dalam perjalanan UN di SMP labschool Cibubur sebagai sekolah yang baru 6 kali melaksanakan UN, telah meraih prestasi yang baik. Sekolah nya, meraih 2 besar hasil UN di Kota Bekasi dan 7 besar UN di provinsi Jawa Barat dari 7.700 an lebih sekolah SMP di Jawa Barat. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More