Demokrat : Masukan SBY Jarang Ditanggapi Prabowo

Penulis: Rahmatul Fajri Pada: Kamis, 09 Mei 2019, 19:53 WIB Politik dan Hukum
Demokrat : Masukan SBY Jarang Ditanggapi Prabowo

MI/Bary Fatahillah
Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat ferdinand Hutahaean

PARTAI Demokrat membantah keras pernyataan Mayjen (purn) Kivlan Zein yang menuding ketua umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono tak ingin memenangkan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019.

Ketua Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat ferdinand Hutahaean menegaskan, SBY tidak pernah setengah hati dan berkomitmen memenangkan Prabowo-Sandi.

"Pak SBY beberapa kali menegaskan sangat ingin memenangkan Pilpres dan Pak Prabowo kali ini," kata Ferdinand, ketika dihubungi Kamis (9/5).

Akan tetapi, dalam perjalanannya, kata ia, masukan yang diberikan SBY dalam Pilpres kali ini tidak digubris oleh Prabowo. Bahkan, imbuhnya, Prabowo justru pernah menyerang SBY ketika proses Pemilu kali ini.

Baca juga : Serang SBY, Demokrat : Kivlan Zein Jangan Tambah Lawan Politik

Sehingga berdampak pada tidak signifikannya dukungan dari kader Partai Demokrat terhadap Prabowo-Sandi.

"Tapi, apa daya, justru banyak sekali masukan beliau yang tidak dilaksanakan, dan bahkan Pak Prabowo menyerang SBY, sehingga grass root pendukung Pak SBY menjadi ragu dengan Pak Prabowo," kata Ferdinand.

Sebelumnya, Kivlan Zein mengetahui tabiat juniornya, yakni SBY. Ia menilai SBY licik dan ingin berkuasa secara tunggal.

"Saya tahu sifatnya mereka ini saling bersaing antara Prabowo dan SBY. Dia tak ingin ada jenderal lain yang jadi presiden, dia ingin dirinya sendiri dan dia orangnya licik. Sampaikan saja bahwa SBY licik. Dia junior saya, saya yang mendidik dia, saya tau dia orangnya licik, dia mendukung 01 waktu menang di tahun 2014," pungkas Kivlan. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More