Respons Setan Gundul, Kivlan Zein Serang Andi Arief dan Demokrat

Penulis: Melalusa Sushtira Khalida Pada: Kamis, 09 Mei 2019, 19:38 WIB Politik dan Hukum
Respons Setan Gundul, Kivlan Zein Serang Andi Arief dan Demokrat

Antara/Aditya Pradana Putra
Mayjen (purn) Kivlan Zein saat ikut berunjuk rasa di depan kantor Bawaslu, Kamis (9/5)

MANTAN Komandan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zein balik menuding Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief sebagai setan gundul yang merusak koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hal itu dilontarkan Kivlan saat mengawal massa yang berunjuk rasa di depan kantor Badan Pengawas Pemilu, Jalan M.H Thamrin, Jakarta Kamis (9/5).

"Ya sang setan gundul itu dia yang setan gundul, Andi Arief setan gundul, dia yang setan," ujar Kivlan

Setan gundul di internal koalisi Prabowo yang disebut-sebut oleh Andi Arief dalam cuitan di media sosialnya tersebut ditengarai adalah sejumlah organisasi masyarakat (ormas) dan beberapa mantan purnawirawan.

Baca juga : Andi Arief Sebut Angka 62% Kemenangan Prabowo Kreasi Setan Gundul

Berkaitan dengan hal itu, Kivlan tidak terima. Ia justru menuding Partai Demokrat lah yang menjadi pembajak di koalisi 02 tersebut.

"Masa kita dibilang setan gundul. Orang Demokrat nggak jelas kelaminnya, SBY (Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum Partai Demokrat) nggak jelas kelaminnya, dia mau mencopot Prabowo supaya jangan jadi calon presiden dengan gayanya segala macam," tutur Kivlan.

Kivlan menegaskan, dirinya merupakan senior SBY ketika masih berdinas di TNI-AD, sehingga ia mengetahui tabiat juniornya tersebut, yang ia nilai licik dan ingin berkuasa secara tunggal.

"Saya tahu sifatnya mereka ini saling bersaing antara Prabowo dan SBY. Dia tak ingin ada jenderal lain yang jadi presiden, dia ingin dirinya sendiri dan dia orangnya licik. Sampaikan saja bahwa SBY licik. Dia junior saya, saya yang mendidik dia, saya tau dia orangnya licik, dia mendukung 01 waktu menang di tahun 2014," pungkas Kivlan.

Di sisi lain, Kivlan juga menegaskan aksi demonstrasi yang diinisiasinya bersama dengan Eggi Sudjana, Permadi, dan Syarwan Hamid di depan gedung Bawaslu tersebut tidak ada kaitannya dengan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

Ia mengaku massa yang datang mewakili masyarakat yang meminta agar proses pemilu yang masih berjalan sampai dengan tahap perhitungan suara berjalan itu berjalan dengan adil.

"Kita enggak urusan BPN. BPN mau melakukan langkah apapun, mau menyampaikan kembali KPU ke DKPP itu urusan dia. Karena melihat situasi sekarang ini, kita sebagai rakyat, sangat prihatin dan ingin minta keadilan dan kebenaran, dan itu saja," pungkas Kivlan. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Sekelompok pendukung calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Kamis (9/5), berencana menggelar aksi mendesak KPU untuk mendiskualifikasi pasangan 01 Joko WIdodo-Ma'ruf Amin. Apakah Anda setuju dengan pengerahan massa untuk memaksakan kehendak kepada KPU?





Berita Populer

Read More