Kamis 09 Mei 2019, 15:20 WIB

Eggi Sudjana Berdalih Unjuk Rasa Bukan Makar

Melalusa Susthira K | Politik dan Hukum
Eggi Sudjana Berdalih Unjuk Rasa Bukan Makar

ANTARA
Eggi Sudjana

 

JURKAMNAS Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Eggi Sudjana, yang juga menjadi inisiator aksi unjuk rasa di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bersama Kivlan Zein hari ini, Kamis (9/4) menilai unjuk rasa tersebut bukanlah makar, melainkan upaya untuk mengkritisi jalannya pemilu.

"Jadi, sekarang ini, upaya kita untuk mengkritisi kecurangan pemilu atau pemilu yang curang. Bukan makar. Kok makar? Kalau makar artinya makan roti bakar saya suka," ujar Eggi saat ditemui di Masjid Istiqlal, Bakari Pusat, Kamis (9/5).

Baca juga: Eggi Sudjana Jadi Tersangka, Pengacara Pertanyakan Dasar Hukum

Eggi berdalih aksi people power tersebut termasuk ke dalam bentuk kebebasan berpendapat yang dijamin kelangsungannya oleh konstitusi.

"Ini wujud dari people power yang disahkan secara konstitusi UUD 1945 pasal 1 ayat 2, kemudian wujudnya pasal 28e ayat 3, berserikat berkumpul dan bebas menyatakan pendapat. Lebih teknis lagi UU nomor 9 tahun 1998 tentang unjuk rasa," terang Eggi.

Dalam aksi unjuk rasa yang rencana digelar pada Kamis (9/4) pukul 13.00 hingga 17.49 WIB tersebut Eggi berencana untuk menemui pimpinan KPU. Eggi juga mengaku telah mengurus izin kepada pihak kepolisian untuk melancarkan aksi unjuk rasanya tersebut.

"Justru dengan adanya unjuk rasa ini dan sudah kita kasih tahu ke polisi kemarin, polisi memfasilitasi. Bukan dipentungin atau dihalau-halau pakai kawat berduri. Karena siapa yang menghalangi dipidana 1 tahun. Saya kan sarjana hukum, doktor," pungkas Eggi.

Ditanya perihal jumlah massa yang akan dikerahkan dalam aksi unjuk rasa yang diinisiasinya tersebut, Eggi mengaku tidak tahu menahu karena ia hanya didapuk sebagai pengacara dalam jalannya aksi unjuk rasa tersebut.

Baca juga: Polisi Tetapkan Eggi Sudjana Tersangka Kasus Makar

"Enggak tahu, karena yang menggerakkan Kivlan Zen. Bukan saya. Saya hanya istilahnya lawyer Kivlan Zen. Nah lawyer itu dilindungi UU. Tidak boleh dituntut atau digugat. Kok sekarang saya jadi tersangka," tukasnya Eggi.

Selain Eggi Sudjana dan Kivlan Zen, aksi unjuk rasa yang menuntut agar penyelenggara pemilu mendiskualifikasi pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Amin tersebut juga diinisiasi oleh Syarwan Hamid dan Permadi. Massa yang akan turun aksi tergabung dalam wadah Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan dan Kebenaran (GERAK). (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More