Azab bagi yang Meragukan Petunjuk Allah SWT

Penulis: Quraish Shihab Pada: Kamis, 09 Mei 2019, 08:10 WIB TAFSIR AL-MISHBAH
Azab bagi yang Meragukan Petunjuk Allah SWT

MI/Seno
Quraish Shihab

'SESUNGGUHNYA kami menurunkannya pada malam yang penuh berkat. Kami turunkan untuk memberi peringatan'.

Demikian disebutkan dalam ayat 1-3 surah Ad-Dukhan bahwa Allah melalui malaikat menurunkan Alquran pada malam yang penuh berkat untuk memberi peringatan. Malam yang diberkahi dengan penuh kebaikan itu ialah lailatul qadr.

Ayat selanjutnya, yakni ayat keempat dikatakan 'Pada malam itu dijelaskan segala urusan dengan penuh hikmah'. Segala persoalan-persoalan atau perkara yang menyangkut kehidupan dijelaskan dalam Alquran.

Kemudian dikatakan pula dalam ayat kelima bahwa di Alquran, Allah menjelaskan persoalan-persoalan besar dari sisi-Nya, dengan mengutus rasul-rasul. Ayat keenam berbunyi, 'Sebagai rahmat dari Tuhanmu, sungguh Dia Mahamendengar dan Mahamengetahui'.

Dalam ayat-ayat tersebut diketahui bahwa diturunkannya Alquran dengan kehadiran rasul ialah rahmat bagi manusia. Tidak semua manusia berhubungan langsung dengan Tuhan, maka Allah mengutus rasul-rasul karena kemanusiaannya sama agar mereka saling berhubungan untuk petunjuk-petunjuk yang diberikan.

Kemudian, dikatakan 'Tuhan (yang memelihara) langit dan bumi dan segala isinya. Jika kamu orang-orang yang meyakini'. Pada ayat kedelapan ditegaskan, apabila manusia menyakini bahwa Allah yang mencipatkan langit dan bumi, Dia ialah Tuhan yang berhak disembah. Tidak ada Tuhan selain Allah.

'Dia yang menghidupkan dan mematikan. Dialah Tuhanmu dan nenek moyangmu terdahulu'.

Pada ayat ke-9 hingga ke-16 surah itu menggambarkan bahwa walaupun manusia diberi nikmat berupa petunjuk dari Allah, ada pula kaum musyrik yang mengingkari kebenaran tersebut. Bahkan, setelah mendapatkan petunjuk dari Allah melalui rasul, mereka tetap ragu-ragu.

Ayat ke-9 dan ke-10 berbunyi, 'Mereka dalam keraguan dan bermain-main. Maka, tunggulah hari ketika langit membawa kabut/asap'. Ada yang menerjemahkan asap tersebut sebagai hari kiamat, tetapi ada pula ulama yang berpendapat itu sebuah bencana dari Allah.

Lalu, orang-orang musryik berkata, 'Ya, Allah lenyapkanlah azab itu dari kami. Sungguh kami akan beriman'. Allah pun menjawab pada ayat selanjutnya, yaitu ayat ke-13,

'Bagaimana mereka dapat menerima peringatan, padahal sebelumnya telah datang seorang rasul memberi peringatan pada mereka'.

Dalam ayat-ayat itu terlihat orang musyrik yang tidak mengindahkan  yang disampaikan para rasul Allah. Mereka justru menolak kehadiran rasul. 'Mereka berpaling darinya dan berkata dia (rasul) itu menerima ajaran dari orang lain dan orang gila'. Demikian bunyi ayat ke-15.

Allah mengatakan bahwa itu sedikit siksaan. Suatu hari nanti orang-orang musyrik akan mendapatkan balasan atas dosa-dosa dan keburukan mereka sebagaimana ditegaskan pada ayat ke-16, 'Ingatlah, nanti suatu ketika, kami akan menghabisi kalian dengan pukulan yang sangat keras, kami akan memberi balasan'. (Ind/H-1)

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Selasa, 23 Jul 2019 / 18 Ramadan 1440 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : 04:26 WIB
Subuh : 04:36 WIB
Terbit : 05:52 WIB
Dhuha : 06:21 WIB
Dzuhur : 11:53 WIB
Ashar : 15:14 WIB
Maghrib : 17:47 WIB
Isya : 19:00 WIB

PERNIK

Read More