Kamis 09 Mei 2019, 06:50 WIB

Hentakan Iqra’ bi Ism Rabbik

Nasaruddin Umar Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta | Renungan Ramadan
Hentakan Iqra’ bi Ism Rabbik

MI/Seno
Nasaruddin Umar Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta

DI antara pakar yang takjub terhadap prestasi Nabi Muhammad SAW ialah LWH Hull. Dia menulis buku monumental berjudul History and Philosophy of Science.

Di dalam buku ini dan ditambah dengan penjelasannya dari buku lain, Hull mengungkapkan siklus pergumulan antara agama, filsafat, dan ilmu yang kemudian melahirkan corak peradabannya masing-masing. Terjadi setiap enam abad.

Dia memulai mengkaji enam abad SM sampai abad pertama Masehi ditandai dengan lahir dan berkembangnya pemikiran tokoh-tokoh filsafat Yunani yang amat tersohor, seperti Tales (ahli filsafat, astronomi, dan geometrika), Pytagoras (geometrika dan aritmatika), Aristoteles (ahli filsafat, ilmu empiris, yang juga dikenal sebagai pendiri mazhab Alexandria, yang lebih menekankan pendekatan induktif), Plato (ahli filsafat, ilmu-ilmu rasional, yang lebih dikenal dengan pendiri mazhab Atena, yang lebih menekankan pendekatan deduktif).

Pada periode ini para filosof menenggelamkan peran dan popularitas pemimpin politik dan pemimpin agama.

Periode kedua, ditandai dengan lahirnya Nabi Isa (1 M) sampai lahirnya Nabi Muhammad (VI M). Periode ini ditandai dengan merosotnya pengaruh dan popularitas para filsuf dan menguatnya peran penguasa yang sekaligus sebagai penguasa gereja. Mereka memperatasnamakan diri sebagai wakil Tuhan di bumi.

Dengan demikian, otoritas dan penentu kebenaran berada di tangan Raja (Romawi).
Dalam periode ini hampir tidak ditemukan tokoh pemikir dan filsafat. Sebaliknya, tercatat sejumlah raja yang sangat full power.

Di masa ini orang-orang tidak berani berpikir dan mengkaji ilmu pengetahuan karena bisa saja berarti malapetaka baginya, terutama jika teori dan hasil pemikirannya berbeda, apalagi bertentangan dengan pendapat gereja (agama).

Tidak sedikit pemikir dan ilmuwan menjadi korban karena mereka mencoba memperkenalkan kebenaran di luar gereja. Akibatnya, muncullah zaman kegelapan yang tidak ada lagi keberanian untuk melakukan pengkajian dan aktivitas ilmu pengetahuan.
                                    
Kondisi objektif seperti ini menurut Marshall GS Hodgson dalam The Venture of Islam yang kemudian disebut dengan 'zaman jahiliah' dan sekaligus background lahirnya agama dan peradaban Islam.

Periode ketiga ditandai dengan lahirnya Nabi Muhammad (abad VI M) sampai abad kebangkitan Eropa (abad XIII M). Periode ini diawali dengan abad kegelapan Kristen Eropa sebagai akibat dominannya raja yang mengambil alih otoritas gereja. Periode ini juga ditandai dengan lahirnya Nabi Muhammad SAW, seorang tokoh fenomenal dari gurun pasir Mekah yang dijelaskan dalam artikel terdahulu. Ia menjadi figur sentral dalam periode ini. Tentu yang penting dalam periode ini ialah keha-diran wahyu Alquran sebagai pedoman hidup.

Ia kemudian dilukiskan sebagai the best leader dan the best manager bukan hanya dalam kurun waktu kehidupannya, tetapi menurut Michael H Hart dalam 100 A Ranking of The Most Influential Persons in History, hingga saat ini ia tidak tertandingi kehebatannya.
Dalam periode ini banyak sekali prestasi kemanusiaan yang dapat dicatat. Antara lain lahirnya tokoh-tokoh agama seperti empat imam mazhab (Abu Hanifah, Malik, Syafi'i, dan Ahmad Ibn Hambal) dan tokoh-tokoh sains dan filsafat, bangkitnya kembali pemikir-an dan filsafat ala Yunani sehingga periode ini disebut periode filsafat Yunani II.

Periode ini dicatat sejumlah tokoh dari berbagai disiplin ilmu yang karya-karyanya diwarisi hingga saat ini. Bukan hanya dalam bidang keagamaan dan hukum kemasyarakatan seperti fikih, melainkan juga bidang sains dan teknologi yang akan diuraikan dalam artikel mendatang.

Periode ini juga menggabungkan antara semangat ilmu pengetahuan dan teknologi (iqara') dan spirit agama (bi ism Rabbik). Di antara keduanya ternyata tidak mesti dipertentangkan. Sinergi keduanya melahirkan gelombang pera-daban Islam. Sebutlah gelombang peradaban ini dengan Peradaban Iqra' bi Ism Rabbik.

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Jumat, 15 Nov 2019 / 10 Ramadan 1440 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : 04:25 WIB
Subuh : 04:35 WIB
Terbit : 05:51 WIB
Dhuha : 06:19 WIB
Dzuhur : 11:53 WIB
Ashar : 15:14 WIB
Maghrib : 17:47 WIB
Isya : 18:59 WIB

PERNIK

Read More