Rabu 08 Mei 2019, 20:41 WIB

Kantor Imigrasi Tasikmalaya Deportasi WNA Tiongkok

Kristiadi | Nusantara
Kantor Imigrasi Tasikmalaya Deportasi WNA Tiongkok

Antara/Abriawan Abhe
Petugas imigrasi makassar melakuka deportasi terhadap WNA yang melanggar uindang-undang keimigrasian

 

SEBANYAK empat warga negara asing (WNA) asal Tiongkok  yang telah ditahan di Kantor Imigrasi Kelas II Tasikmalaya akan segera dideportasi ke negeranya.

Keempat WNA yang dideportasi tersebut berinisial YS (21 tahun), ZX (31), LY (26), dan SM (27). Keempatnya telah dicekal untuk masuk ke Indonesia dalam jangka waktu tertentu karena tidak memiliki dokumen keimigrasian berupa paspor dan visa kunjungan.

Kepala Sub Seksi Pengawasan Kantor Imigrasi Kelas II Tasikmalaya, Sarial mengatakan, empat WNA Tiongkok itu dikenakan Pasal 71 B Undang Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dan mereka akan dipulangkan menggunakan maskapai AirAsia yang melalui Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/5) pukul 21.00 WIB.

"Insya Allah malam ini kita akan berangkatkan menuju Soekarno-Hatta dan pesawat hingga berangkat besok Kamis (9/5) malam sekitar pukul 21.00 WIB dan kami telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar (Kedubes) Tiongkok di Indonesia berkaitan dengan penangkapan empat warga negaranya itu. Pemerintah Tiongkok melalui Kedubes tentunya telah mengakui kesalahan empat warganya itu hingga semua kronologis kejadian diceritrakan dan mereka memahaminya," katanya, Rabu (8/5).

Sarial mengungkapkan, sebelumnya empat WNA Tiongkok tersebut diamankan oleh petugas Polsek Karangnunggal di salah satu rumah yang berada di Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (25/4).'

Baca juga : Langgar Izin, Imigrasi Palembang Deportasi 20 Warga Malaysia

Mereka diduga ingin menikahi perempuan Indonesia tetapi Sarial menegaskan penangkapan itu bukan didasari rencana menikahi perempuan Indonesia, melainkan karena ingin menetap tanpa mengantongi dokumen keimigrasian.

"Keluarga perempuan yang hendak dinikahinya itu dijanjikan WNA akan diberikan uang senilai Rp30 juta untuk mahar tetapi pemberian uang itu akan diberikannya setelah menikah hingga keluarga perempuan juga tentu setiap bulan mendapat uang bulanan sebesar Rp2 juta. Penangkapan tersebut itu berawal dari adanya laporan warga yang menaruh curiga dengan kehadiran keempat warga negara asing tidak bisa berbahasa Inggris," ujarnya.

Sarial mengungkapkan, pada 2019 Kantor Imigrasi Kelas II Tasikmalaya selama bulan Januari hingga Mei telah Mendeportasi 8 WNA ke negara asalnya.

WNA tanpa dokumen keimigrasian paling banyak ditemukan  di Pangandaran, Garut, Ciamis hingga sekarang di Kabupaten Tasikmalaya.

"Mereka yang datang ke daerah Priangan Timur paling banyak melalui pesawat udara hingga mereka melalui darat untuk menuju lokasi yang akan ditujunya," paparnya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More