Selasa 07 Mei 2019, 10:15 WIB

Kontestan Pemilu Diimbau Bersikap Negarawan

Agus Utantoro | Politik dan Hukum
Kontestan Pemilu Diimbau Bersikap Negarawan

Dok UGM
Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono

 

AKADEMISI dari sejumlah perguruan tinggi di Yogyakarta mengeluarkan seruan kepada seluruh kontestan Pemilu 2019 untuk mengedepankan sikap kenegarawanan menerima hasil pemilu yang secara resmi akan diumumkan KPU RI.

Seruan itu disampaikan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono dalam deklarasi Seruan Bulaksumur untuk Persatuan dan Kesatuan Bangsa di kampus UGM, kemarin, yang dihadiri puluhan rektor perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta. "Menerima hasil pemilu sebagai mekanisme tertinggi kedaulatan rakyat," tegas Panut.

Untuk itu, para kontestan juga diharapkan dapat menggunakan cara-cara damai dan prosedural sebagaimana diatur dalam undang-undang (UU) dalam merespons ketidakpuasan atas hasil pemilu dengan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Berbagai pihak yang terlibat dalam kontestasi pemilu juga diminta tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang memperkeruh suasana dan melahirkan kontroversi di masyarakat. "Mengawal pelaksanaan pemilu dan hasilnya dengan mematuhi konstitusi dan berbagai peraturan perundangan yang berlaku," imbuh Panut.

Menurut Panut, bangsa Indonesia patut bersyukur karena pelaksanaan pemilu serentak pada 17 April sebagai amanat konstitusi telah berjalan dengan aman, tertib, damai, dan sesuai dengan prinsip-prinsip pemilu yang demokratis, yaitu jujur dan adil.

Namun demikian, lanjut Panut, para akademisi perlu merespons karena dalam perkembangannya, hasil pemilu yang prosesnya berlangsung baik tersebut telah menimbulkan suasana pro dan kontra di masyarakat. Pro dan kontra tersebut, menurut dia, terjadi karena tiap-tiap pihak yang terlibat dalam kontestasi pemilu telah mengklaim kemenangan, menuduh pihak lain berbuat curang, dan ada upaya mendelegitimasi hasil pemilu dengan mempersoalkan kredibilitas KPU.

"Situasi sosial-politik yang berkembang pascapemilu dikhawatirkan akan mengganggu keutuhan bangsa Indonesia yang saat ini sedang mencurahkan energinya untuk mengejar ketertinggalannya jika dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain.

Rektor Universitas Widya Mataram Edy Suandi Hamid pada kesempatan tersebut berharap seruan damai ini bisa menenangkan kondisi masyarakat atas pro dan kontra yang banyak bertebaran di media sosial. "Seruan ini lebih bermakna untuk menenangkan masyarakat agar tetap beraktivitas seperti biasa," katanya.

Pakar Hukum Tata Negara Prof Dr Edward Hiariej menegaskan, tuduhan pelaksanaan pemilu diwarnai tindakan curang, masif, dan terstruktur sebenarnya tidak terbukti. "Terstruktur artinya, mulai atas hingga paling bawah modus operandinya sama. Masif, artinya cukup meluas hingga lebih dari 50%. Ini tidak ada," katanya.

Apresiasi

Di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, KH Amani Lutfi memberikan apresiasi atas tahapan pelaksanaan Pemilu 2019 yang dinilai berjalan aman dan lancar berkat sinergi yang positif dari semua pihak.

"Alhamdulillah ini merupakan anugerah Allah yang luar biasa diberikan kepada negara ini yang ditandai dengan pemilu berjalan sukses," kata KH Amani Lutfi yang juga Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Indramayu, kemarin.

Dia juga mengapresiasi KPU dan Bawaslu, TNI, serta Polri yang telah mengawal dan mengamankan jalannya Pemilu 2019 dengan lancar. KH Amin juga mengakui tidak memungkiri mungkin ada kekurangan dan kelemahan, tetapi secara garis besar semua sudah bisa dikatakan pemilu jurdil. (Ant/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More