Perjuangan Para Nabi Menerobos Tradisi

Penulis: Sru/H-3 Pada: Selasa, 07 Mei 2019, 08:12 WIB TAFSIR AL-MISHBAH
Perjuangan Para Nabi Menerobos Tradisi

SENO
Quraish Shihab

SETELAH membahas mengenai nikmat dan peringatan Allah pada manusia, Surah Az Zukhruf ayat selanjutnya akan menjelaskan bagaimana perjuangan para nabi menerabas tradisi di zamannya, demi menegakkan tauhid.

Pada ayat 23, disebutkan masih banyak kaum nabi yang mengikuti kebiasaan yang biasa dilakukan nenek moyangnya. Mereka dapat juga diartikan sebagai orang-orang yang tidak mau memercayai kalimat tauhid dari Nabi Ibrahim Alaihi Salam (AS).

Akan tetapi, mereka (orang-orang itu) memercayai sihir, mereka menganggap peringatan yang diberikan para nabi sebagai sihir. Dengan alasan itu, mereka lalu berdalih mengikuti tradisi lama.

"Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata. Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka," demikian bunyi ayat 23.

Bagaimana cara nabi merespons hal itu? Nabi diajarkan oleh Alquran memberi suatu jawaban yang sangat halus dan sopan. "Katakanlah wahai Muhammad katakanlah kalian akan tetap mengikuti tradisi orangtua kalian itu. Walaupun aku telah mendatangkan kepadamu yang lebih baik daripada apa yang kamu temukan. Kami mendapat hidayah dari orangtua kami. Apakah kamu masih mengikuti walaupun saya mendatangkan sesuatu yang lebih, berhadapan dengan yang lebih baik?"

Apa yang dilakukan oleh orangtua mereka dengan menyembah berhala, itu tidak baik dan itu bukan petunjuk. Akan tetapi, nabi diajarkan jangan menyatakan bahwa itu tidak baik.

Selain Nabi Muhammad, Surah Az Zukhruf ayat 26 dan 27 juga berkisah bagaimana sikap Nabi Ibrahim AS terhadap tradisi kaumnya yang masih menyembah berhala. "Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu sembah, tapi yang saya sembah adalah yang menciptakan saya dan dialah yang memberikan petunjuk kepada saya."

Ayat 28 memperlihatkan salah satu keistimewaan Nabi Ibrahim AS. Nabi sebelumnya memperkenalkan Tuhan sebagai Tuhan suku, tapi Nabi Ibrahim memperkenalkan Allah sebagai Tuhan seluruh alam. Sejak itu, orang berkata bahwa Nabi Ibrahim adalah pengumandang Ketuhanan yang Maha Esa.

Mengapa Muhammad

Pada ayat 29 dan 31 dijelaskan bagaimana orang-orang yang menyembah berhala kembali merenung dan mengingat Allah, tapi mereka jadi orang yang berfoya-foya. Hingga akhirnya sejarah berulang.

Hingga salah seorang di antara mereka berkata, "Mengapa Alquran ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekah dan Thaif) ini?"

Maksudnya, mereka menyadari Alquran ini hebat. Namun, kenapa Nabi Muhammad (yang menerimanya)? Mestinya ini diterima oleh orang yang hebat di negeri ini. Siapa yang dimaksud, ada orang di Mekah yang hebat dan kaya mestinya dia yang dapat, dan bukan Muhammad karena Muhammad miskin.

Orang itu merasa kepemimpinan yang ditetapkan Allah kepada seorang nabi sebenarnya yang wajar menerimanya orang kaya, orang yang berpengaruh di masyarakat. Ini menurut pemikiran manusia, maka Tuhan membantahkannya di Surah Az Zukhruf ayat 32.

"Apa mereka yang mau bagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami yang membagi-bagi antara mereka kebutuhan hidup mereka dalam dunia ini, kami yang meninggikan sebagian mereka atau yang lain agar supaya yang lain bisa menggunakan tenaga, potensi yang ada pada yang lain."

Maksudnya ialah kenapa Tuhan bagi seperti itu supaya ada kerja sama. Orang kaya bisa jadi dia tidak kuat mengangkat barangnya dan perlu ada yang bantu. Orang miskin punya kekuatan, tapi usaha dia kerja dengan yang kaya.

Perbedaan ini diatur oleh Allah untuk kemaslahatannya manusia. Jadi, ketahuilah apa yang dibagikan Allah itu rahmat apa pun itu. Jika Anda memperoleh atau mencari sesuatu yang tidak dirahmati Allah, itu bukan rahmat, itu siksa.

Dalam memberikan tugas kenabian hanya Allah SWT yang mengetahui. Dia yang paham mengetahui siapa yang diberi tugas kenabian. Manusia jangan punya usul karena dia tidak tahu.

Lalu kenapa Nabi Muhammad? Banyak jawaban, tapi tidak pasti salah satu jawabannya, Islam ini ajaran yang ingin disampaikan ke seluruh penjuru dunia sebaiknya dia bermula dari ujung kiri atau kanan? Akan tetapi, dimulai dari tengah (Persia, Irak, dan lain-lain). Ketika itu Nabi Muhammad sudah bisa menghimpun perselisihan yang terjadi. Orang yang paling hebat dan diketahui ketika itu ialah Nabi Muhammad SAW. Dia juga sudah mendapat gelar Al Amin. (Sru/H-3)

TAFSIR AL-MISHBAH

Read More

CELOTEH

Read More

JADWAL IMSAKIYAH
Senin, 20 Mei 2019 / 15 Ramadan 1440 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : 04:25 WIB
Subuh : 04:35 WIB
Terbit : 05:51 WIB
Dhuha : 06:20 WIB
Dzuhur : 11:53 WIB
Ashar : 15:14 WIB
Maghrib : 17:47 WIB
Isya : 18:59 WIB

PERNIK

Read More