Selasa 07 Mei 2019, 07:15 WIB

Demokrat Serang Prabowo

Insi Nantika Jelita | Politik dan Hukum
Demokrat Serang Prabowo

MI/BARRY FATAHILLAH
Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief

 

PARTAI Demokrat kembali bikin gerah Koalisi Adil Makmur yang mengusung pasangan No 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. Kali ini Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief melalui cicitannya di akun Twitter @AndiArief_, kemarin, menyatakan soal adanya setan gundul yang memasok info keliru kepada Prabowo terkait klaim kemenangan 62% pada pilpres.

"Dalam koalisi adil makmur ada Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, Berkarya, dan rakyat. Dalam perjalanannya, muncul elemen setan gundul yang tidak rasional, mendominasi dan cilakanya Pak Prabowo mensubordinasikan dirinya. Setan Gundul ini yang memasok kesesatan menang 62 persen," tulis Andi.

Dia kemudian mengatakan Partai Demokrat siap meninggalkan Koalisi Adil Makmur jika Prabowo lebih memilih menyubordinasikan koalisi dengan kelompok setan gundul.

Bukan kali ini saja Demokrat bermanuver. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa kampanye akbar pasangan Prabowo-Sandi di Gelora BUng Karno, Jakarta, kental dengan politik identitas.

Selanjutnya, pertemuan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Pemilu 2019 Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (2/5). Pertemuan ini membuat meradang kubu 02.

Cicitan Andi Arief soal setan gundul ditimpali Benny K Harman. Ketua Departemen Koordinasi Politik, Hukum, dan Keamanan Partai Demokrat itu menyebut sebutan yang lebih cocok menyebut pemasok kabar kemenangan Prabowo itu sebagai genderuwo. "Bukan setan gundul, tapi monster demokrasi atau genderuwo," cicit Benny di akun Twitter @BennyHarman, kemarin.

Wakil Ketua Dewan Penasihat BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hidayat Nur Wahid (HNW), malah menuding justru partai besutan SBY itu yang memasok data kemenangan 62%. "Bagian dari yang disampaikan ke publik adalah justru Partai Demokrat yang menyebutkan survei internal Demokrat menyebutkan 62% Prabowo menang," ujar Hidayat di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Pernyataan Hidayat itu dibantah Demokrat. "Dapat data dan informasi dari mana itu Pak Hidayat Nur Wahid ya?" ujar Jansen Sitindaon, Ketua DPP Demokrat, dalam keterangan tertulisnya, kemarin. Ia meminta HNW kembali melihat rekaman setiap deklarasi kemenangan yang dilakukan Prabowo.

Juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade enggan berkomentar soal cicitan Andi Arief. "Saya tidak paham," ujar Andre di Jakarta, kemarin.

Andre menjelaskan dalam konteks koalisi Andi sebaiknya menyampaikan kritik ke internal dan bukan ke media sosial.

Cari selamat

Dalam menanggapi cicitan Andi Arief, Direktur Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti mengatakan hal itu barisan Koalisi 02 sedang mencari jalan selamat. "Kelihatan sudah tidak seirama lagi, tidak ada satu garis komando yang sama dan setiap anggota koalisi sudah kelihatan mencari jalan sendiri-sendiri," kata Ray di Jakarta, kemarin.

Selain manuver Demokrat, Ray melihat sikap Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang menemui Presiden Jokowi dan Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera yang menyudahi seruan #2019gantipresiden. "Artinya tersisa sekarang cuma Gerindra dan mungkin jemaah Itjima ulama itu. Lain-lainnya sudah ambil jalan aman sendiri-sendiri," pungkas Ray.

Senada, pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Ahmad Bakir Ihsan mengatakan, dengan semakin mendekatinya finalisasi penghitungan hasil Pilpres 2019, anggota Koalisi 02 semakin rasional. "Mereka semakin tahu diri untuk mengakui kemenangan Jokowi," katanya, tadi malam. (Pro/Ths/Dro/X-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More