Senin 06 Mei 2019, 16:34 WIB

HNW: Survei Internal Demokrat Sebut Prabowo Menang 62%

Putri Rosmalia Octaviyani | Politik dan Hukum
HNW: Survei Internal Demokrat Sebut Prabowo Menang 62%

Antara
WAKIL Ketua Dewan Penasihat BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang juga Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid.

 

WAKIL Ketua Dewan Penasihat BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang juga Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, mengaku tak paham maksud pernyataan Andi Arief soal setan gundul. Ia mengatakan lebih baik masyarakat bertanya pada Andi Arief apa yang dimaksud dengan setan gundul tersebut.

"Saya bukan jubirnya Pak Andi Arief sehingga tidak mengerti apa yang dimaksudkan dengan setan gundul itu siapa. Apakah itu sama dengan genderuwo atau sontoloyo saya tidak tahu. Beliau yang harus menjelaskan," ujar Hidayat, di gedung DPR, Senin, (6/5).

Dalam koalisi, menurut dia, akan lebih bijak kalau masalah kontroversial diselesaikan di dalam koalisi saja. Sehingga ketika kembali ke publik, koalisi bisa menghadirkan sesuatu yang solutif dan tidak menambah polemik.

Baca juga: Soal Setan Gundul, Jubir BPN: Mestinya Disampaikan di Internal

"Jadi masalah koalisi setan gundul itu, koalisi yang mana, kita tidak tahu. Beliau yang harusnya menjelaskan. Karena bagian dari yang disampaikan ke publik adalah justru Partai Demokrat yang menyebutkan survei internal Demokrat menyebutkan 62% Prabowo menang," ujar Hidayat.

Seperti diketahui, Andi Arief menyebut pernyataan bahwa pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menang 62% dalam Pemilu 2018 merupakan hasil pasokan dari setan gundul. Hal itu mengacu pada pernyataan Prabowo yang mendeklarasikan kemenangannya dalam Pemilu 2019. Prabowo mengklaim dirinya berhasil menang dengan raihan 62%.

"Partai Demokrat ingin menyelamatkan Pak Prabowo dari perangkap sesat yang memasok angka kemenangan 62%," cicit Andi Arief lewat akun Twitter @AndiArief_. (X-15)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More