Senin 06 Mei 2019, 07:35 WIB

Ulama Diminta Tebarkan Kedamaian

M Ilham Ramadhan Avisena | Humaniora
Ulama Diminta Tebarkan Kedamaian

MI/PIUS ERLANGGA
SALAT TARAWIH PERTAMA: Umat Islam menunaikan salat tarawih pertama di Masjid Istiqlal, Jakarta, kemarin. Dalam ceramahnya, Imam Besar Istiql

 

HARI ini umat Islam di Tanah Air mulai menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadan.

Permulaan 1 Ramadan 1440 Hijriah jatuh pada Senin (6/5) berdasarkan hasil sidang isbat di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, kemarin. Penetapan 1 Ramadan dilandasi laporan petugas rukyat di 102 titik di 34 provinsi Indonesia yang melaporkan posisi hilal berada di ketinggian 4 derajat 30 menit 59 detik sampai 5 derajat 42 menit 59 detik. Jarak itu merupakan angka rerata dari seluruh wilayah di Indonesia.

Di bulan penuh rahmat ini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak para ulama, mubalig, dan kiai di seluruh Indonesia menjadi pionir dalam menjaga kedamai-an dan kebersamaan di antara warga bangsa.

"Mudah-mudahan kita bisa menghormati satu sama lain. Ulama dan khatib (dalam khotbahnya) menebarkan kesejuk-an kepada siapa pun, kapan pun, dan di mana pun," kata Lukman seusai konferensi pers hasil sidang isbat di Kantor Kementerian Agama, kemarin.

Dengan demikian, Ramadan mampu menjadi momentum untuk merawat, menjaga, dan memelihara persaudaraan sesama anak bangsa di Indonesia yang beragam ini.

Senada dengan Menag, Wa-kil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa'adi, mengimbau tokoh anutan umat Islam mengedepankan toleransi dan semangat persaudaraan. "Tinggalkan egoisme kelompok dalam kehidupan sosial dan keagamaan agar tidak terjebak pada eksklusivisme yang menimbulkan perpecahan. Masyarakat harus kembali merajut tali silaturahim yang nyaris tercabik-cabik ini. Perbedaan pilihan politik sudah memicu 'perang' di media sosial dann di keseharian kita."

Dalam penilaian Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher, ulama dan mubalig harus menyampaikan narasi amar ma'ruf nahi munkar agar umat Islam damai, tenang, dan sejuk.

"Hakikat beragama itu kan mengajak kepada kebaikan, kenyamanan, dan kebahagiaan. Pesan agama yang disampaikan para mubalig, ulama, dan kiai di masjid, ya amar ma'ruf nahi munkar."

Dari Bandar Lampung, Lampung, Ustaz Anas Hidayatullah menilai umat Islam dalam menjalani Ramadan mesti serbapenuh perhitungan.

"Artinya, apa pun yang akan diucapkan dan diperbuat dihitung dulu manfaatnya. Sebagai contoh, jaga mulut. Jika akan mengucap sesuatu, hitung dulu apakah bermanfaat atau justru dosa. Mari kita renungkan kembali," ujar dosen UIN Lampung tersebut.

Jaga Indonesia

Ulama sepuh yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al Iksan Jampes, Kecamat-an Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, KH Busro Karim, mewanti-wanti seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga kestabilan politik dan kerukunan demi persatuan serta kesatuan umat pasca-Pemilu 2019.

"Mari kita menjaga Indonesia tetap aman, tenteram, dan kondusif," kata Busro di Kediri, akhir pekan lalu.

Menurut dia, selama ini pelaksanaan Pemilu 2019 berjalan dengan cukup baik. Setelah itu, Busro meminta semua pihak menjaga Pancasila demi keutuhan NKRI.

"Kita jaga terus kebersamaan, kerukunan, dan persatuan di antara anak bangsa yang selama ini terjalin baik. Orang puasa tidak mencaci maki, tidak bicara keburukan orang lain, selalu menjaga hati, dan pikiran. Indonesia pasti akan aman dan damai," jelas Busro. (EP/BN/Ant/X-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More