Sabtu 04 Mei 2019, 09:45 WIB

Lawan Arogansi 02

Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum
Lawan Arogansi 02

Dok. Pribadi
Komisioner Komisi Informasi Pusat Roman Lendong

 

KOMISI Informasi Pusat (KIP) menyayangkan pernyataan Prabowo yang kembali menyerang media dengan nada bernuansa ancaman. Pernyataan Prabowo tersebut tidak boleh dianggap remeh dan harus direspon­s dengan keras juga oleh media.

“Pernyataan Prabowo sangat tidak sesuai dengan semangat kebebasan pers. Yang dia serang ialah jurnalisme yang selama ini menjadi tumpuan publik dan karena itu perlu juga dilawan. Entah dengan cara memboikot, tetapi pastinya harus ada gerakan­ perlawanan dari insan pers terhadap dia sehingga tidak menjadi kebiasaan,” kata Komisioner Komisi Informasi Pusat Roman Lendong.

Menurut Roman, kehadiran pers di Indonesia merupakan bentuk kebebasan dan kemerdekaan yang diperjuangkan sejak lama. Pernyataan Prabowo menurut Roman ialah watak otoriter pemimpin warisan orde lama.

“Jika ini dibiarkan terus, akan sangat berbahaya. Apa yang disampaikan oleh Prabowo ialah ancaman untuk kemerdekaan dan kebebasan untuk kita semua, bukan hanya untuk kebebasan dan kemerdekaan pers,” jelas Roman.

Diketahui bahwa capres nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali menyebut media massa ikut berkontribusi merusak demokrasi di Indonesia. Ia memperingatkan­ media untuk berhati-hati.

Pernyataan Prabowo tersebut disampaikan saat memberikan orasi di peringatan May Day 2019 Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Rabu (1/5).

“Banyak TV ya? Nanti enggak ditayangin. Para media hati-hati kami mencatat kelakuanmu suatu hari,” ucap Prabowo.

Prabowo mengatakan rakyat bukanlah kambing yang seenaknya diatur penguasa. Menurutnya, suara rakyat ialah suara Tuhan. Prabowo meminta praktik penindasan dihentikan. Ia juga menyebut media ikut merusak demokrasi.

“Kami bukan kambing yang bisa kau atur-atur. Hati-hati kau ya. Suara rakyat ialah suara Tuhan. Cukup sudah penindasan kepada rakyat. Cukup-cukup.” (Ths/P-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More