Jumat 03 Mei 2019, 18:25 WIB

KPAI Kawal Putusan Kasasi Terdakwa Pemerkosa 2 Anak di Cibinong

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
KPAI Kawal Putusan Kasasi Terdakwa Pemerkosa 2 Anak di Cibinong

Ist
Komisioner Bidang Trafficking dan Eksploitasi KPAI, Ai Maryati Solihah.

 

KOMISIONER Bidang Trafficking dan Eksploitasi KPAI Ai Maryati Solihah mengatakan pihaknya masih menunggu dan melakukan pemantauan terhadap keputusan kasasi terkait kasus vonis bebas terdakwa pemerkosaan dua anak di Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

"Apakah putusan perkaranya dijatuhkan kepada terdakwa atau tidak. Kalau kemarin yang dibebaskan, kan menyalahi kualitas hasil keputusan seorang hakim ya," kata Ai, dihubungi Media Indonesia, Jumat (3/5).

Dia menjelaskan, semua pihak terkait telah melakukan tugas masing-masing dengan tepat. Bahkan, pemantauan juga dilakukan KY dan MA sehingga hakim yang bersangkutan dijatuhi sanksi.

"Kalau bagi KPAI tetap ingin melakukan monitoring bagaimana hasil putusan perkaranya, karena ini jelas-jelas dua anak diperkosa dan diakui (pelaku). Ini sesungguhnya menjadi persoalan besar," sebutnya.

Dia juga menyayangkan keputusan hakim itu bertolak belakang dengan materi persidangan. Tentunya KPAI mendukung terselenggaranya keputusan yang berkeadilan bagi korban dan juga berketetapan hukum uang jelas.


Baca juga: Kemenag Buka Pengawasan Terpadu Umrah dan Haji Khusus di Soetta


"Ini sudah melanggar UUD perlindungan anak, padahal pelaku mengakui namun mengapa ada putusan hakim yang bisa bertolak belakang," lanjutnya.

Pihaknya akan menunggu putusan kasasi berikutnya, begitu juga hakim yang akan ditunjuk memimpin hingga dibacakan putusnya. Pasalnya, persidangan ulang tidak mungkin dilakukan.

"Saya kira tidak akan set back, kita akan lanjut dan kita akan kawal sehingga jelas. Kalau dalam UUD (hukuman), apalagi ini 2 orang berarti lebih atau kemungkinan 15 tahun," pungkasnya.

Sebelumnya, PN Cibinong membebaskan HI (41) dari tuntutan 14 tahun penjara setelah jaksa menuntut HI dengan hukuman 14 tahun penjara karena memperkosa dua anak tetangganya yang berusia 14 tahun dan 7 tahun. Namun tuntutan 14 tahun penjara itu diabaikan majelis hakim yang terdiri atas Muhammad Ali Askandar, Chandra Gautama, serta Raden Ayu Rizkiyati. (FER)

 

Baca Juga

Antara

Waduh, Rumah Sakit Keberatan Tarif Rapid Tes Rp150 Ribu

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 08 Juli 2020, 17:14 WIB
Banyak rumah sakit keberatan dengan ketetapan besaran tariff rapid tes yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan...
Antara

Kembangkan Pendidikan Jarak jauh, BSNP Gelar Uji Publik

👤Syarief Oebaidillah 🕔Rabu 08 Juli 2020, 17:08 WIB
BSNP tengah mengembangkan standar pendidikan jarak jauh (PJJ) jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah untuk menjawab tren...
ANTARA/AMPELSA

Pantau Implementasi, Pemda dapat Akses Dashboard JKN

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 08 Juli 2020, 16:45 WIB
BPJS Kesehatan membuka akses dashboard JKN kepada pemerintah daerah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya