Jumat 03 Mei 2019, 17:46 WIB

KIP: Ancam Media, Bukti Prabowo Berwatak Otoriter

Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum
KIP: Ancam Media, Bukti Prabowo Berwatak Otoriter

Istimewa
Ilustrasi

 

KOMISI Informasi Pusat menyangangkan pernyataan Prabowo yang kembali menyerang media dengan nada bernuansa ancaman. Pernyataan Prabowo tersebut tidak boleh dianggap remeh dan harus direspon dengan keras juga oleh media.

“Pernyataan Pak Prabowo sangat tidak sesuai dengan semangat kebebasan pers. Yang beliau serang adalah jurnalisme yang selama ini menjadi tumpuan publik dan karena itu perlu juga dilawan, entah dengan cara memboikot tetapi pastinya harus ada gerakan perlawanan dari insan pers terhadap beliau sehingga tidka menjadi kebiasaan,” kata Komisioner Komisi Informasi Pusat Roman Lendong saat ditemui di acara Peringatan World Press Freedom Day 2019 di Jakarta, Jumat (3/5).

Roman menjelaskan kehadiran pers di Indonesia merupakan bentuk kebebasan dan kemerdekaan yang diperjuangkan sejak lama. Pernyataan Prabowo menurut Roman adalah watak otoriter pemimpin warisan orde lama.

“Jika ini dibiarkan terus maka akan sangat berbahaya. Apa yang disampaikan oleh Pak Prabowo adalah ancaman untuk kemerdekaan dan kebebasan untuk kita semua, bukan hanya untuk kebebasan dan kemerdekaan pers,” tegas Roman.

Baca juga: Prabowo Sebut Media Perusak Demokrasi

Diketahui bahwa Calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali menyebut media massa ikut berkontribusi merusak demokrasi di Indonesia. Ia memperingatkan media untuk berhati-hati.

Pernyataan Prabowo tersebut disampaikan saat memberikan orasi di peringatan May Day 2019 Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Rabu (1/5) lalu. “Banyak TV ya? Nanti enggak ditayangin. Para media hati-hati kami mencatat kelakuanmu suatu hari," ucap Prabowo di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (1/5).

Prabowo mengatakan, rakyat bukanlah kambing yang seenaknya diatur penguasa. Menurut dia, suara rakyat adalah suara Tuhan. Prabowo meminta praktik penindasan dihentikan. Ia juga menyebut media ikut merusak demokrasi.

"Kami bukan kambing yang bisa kau atur-atur. Hati-hati kau ya. Suara rakyat adalah suara Tuhan. Cukup sudah penindasan kepada rakyat. Cukup-cukup. Ya itu ada media-media juga, gue salut sama lo masih berani ke sini. Akan tercatat dalam sejarah hey kau media ikut merusak demokrasi di Indonesia," tutur Prabowo.

Prabowo juga mengingatkan kepada penguasa untuk tidak menindas rakyat. Sebab suatu saat rakyat akan mencatat apa yang sudah dilakukan penguasa. (OL-4)

Baca Juga

Ilustrasi

Wacana Darurat Sipil Dinilai tidak Akan Berdampak Efektif

👤Faustinus Nua 🕔Senin 30 Maret 2020, 21:59 WIB
Kedepan perlu dilakukan kebijakan darurat sipil. Hal itu diterapkan agar penyebaran virus korona di Tanah Air tidak semakin meluas ke...
MI/MOHAMAD IRFAN

DPR, Pemerintah dan KPU Sepakat Tunda Pilkada 2020

👤Anggitondi Martaon 🕔Senin 30 Maret 2020, 21:25 WIB
Penundaan akan dituangkan dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu). Diharapkan, aturan tersebut segera dibuat dan segera...
MI/ROMMY PUJIANTO

Kasus Rocky Gerung Bergulir Lagi, Awal April Wajib ke Mabes Polri

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Senin 30 Maret 2020, 19:53 WIB
"Kira-kira memenuhi unsur atau tidak. Kalau memenuhi unsur kita lanjutkan ke penyidikan," kata Karo Penmas Div Humas Mabes Polri...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya