Jumat 03 Mei 2019, 08:45 WIB

KPK Periksa 9 Saksi Kasus Korupsi PLTU

Indriyani Astuti | Politik dan Hukum
KPK Periksa 9 Saksi Kasus Korupsi PLTU

MI/ROMMY PUJIANTO
Kantor KPK

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin memeriksa sembilan saksi terkait dengan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 untuk tersangka Direktur Utama nonaktif PT PLN Sofyan Basir.

Kesembilan saksi itu ialah Rheza Herwindo selaku Komisaris PT Skydweller Indonesia Mandiri yang juga anak dari terpidana Setya Novanto, CEO Blackgold Natural Resources Rickard Philip Cecil, dan M Al Khadziq selaku Bupati Temanggung periode 2018-2023 yang juga suami dari terpidana Eni M Saragih.

Saksi lainnya ialah Direktur Utama PT Pertamina (persero) Nicke Widyawati, Manajer Perencanaan Pengadaan IPP PT PLN Suprapto, Kepala Divisi Pengembangan Regional Sulawesi PLN Suwarno, Kepala Divisi Batu Bara PLN Harlen, wiraswasta Mukhradis Hadi Kusuma Jaya, dan staf admin Eni Saragih, Diah Aprilianingrum.

"Dari unsur Bupati Temanggung terpilih, penyidik mendalami keterangan saksi terkait aliran dana dari Eni untuk pencalonan sebagai bupati," terang Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriyanti di Gedung KPK, Jakarta.

Di sisi lain, Nicke diperiksa guna mengonfirmasi keterangannya terkait dengan jabatannya ketika menjadi pejabat di PLN. Kewenangan Nicke dalam proyek PLTU Riau-1 juga sempat ditanyakan penyidik.

"Selain itu, penyidik memeriksa saksi dari pihak PLN terkait dengan proses pengadaan apakah sudah sesuai ketentuan atau tidak," tukas Yayuk.

Nama Nicke kerap muncul pada kasus PLTU Riau-1. Namanya disebut dalam sidang mantan anggota Komisi VII DPR Eni M Saragih, pemegang saham Blackgold Natural Resources Johannes B Kotjo, dan mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham. Dari ketiga persidangan itu, Nicke disebut ikut menghadiri pertemuan pertama yang membahas PLTU Riau-1 di Jakarta.

Nicke pernah diperiksa KPK pada 17 September 2018 juga dalam kasus yang sama untuk tersangka Eni dan Idrus.

Sementara itu, nama Khadziq muncul dalam persidangan istrinya. Dalam persidangan itu terungkap aliran uang fee proyek PLTU Riau-1 senilai miliaran rupiah dari Kotjo yang diterima Eni digunakan untuk kebutuhan pilkada Khadziq di Jawa Tengah. (Iam/Ant/X-11)

Baca Juga

MI/Susanto

DPR tidak Boleh Paksakan Membuka Masa Sidang

👤Pro/I-1 🕔Minggu 29 Maret 2020, 07:05 WIB
Fungsi DPR harus terus berjalan meski dalam kondisi darurat pandemi...
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Tanggap Darurat DKI Sampai 19 April 2020

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 29 Maret 2020, 06:40 WIB
Fraksi NasDem di DPRD DKI berharap Gubernur Anies sejalan dengan pemerintah pusat yang mencanangkan tanggap darurat hingga 29...
Dok Antara

170 Ribu APD Didistribusikan

👤Atalya Puspa 🕔Minggu 29 Maret 2020, 06:35 WIB
Selain mengimpor alat pelindung diri dan ventilator, pemerintah juga mendorong industri dalam negeri untuk memproduksi kedua alat kesehatan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya