Jumat 03 Mei 2019, 08:30 WIB

Polri Tindak Pemicu Rusuh Demo Buruh

Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum
Polri Tindak Pemicu Rusuh Demo Buruh

ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian

 

KAPOLRI Jenderal Tito Karnavian mengatakan pihaknya telah melakukan tindakan tegas terhadap kelompok pemicu kerusuhan yang terjadi di beberapa daerah saat aksi Hari Buruh, Rabu (1/5). Kelompok bernama Anarcho Syndicalist itu disebut telah merusak aksi peringatan Hari Buruh yang secara keseluruhan berlangsung aman di Tanah Air.

"Aksi May Day seluruh Indonesia relatif aman, tetapi ada satu kelompok yang namanya anarcho-syndicalism," kata Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan, kemarin.

Menurutnya, kelompok berpakaian serbahitam itu identik dengan aksi vandalisme bersimbol huruf A. Keberadaan mereka menjadi fenomena internasional seperti yang berkembang di Rusia, Eropa, Amerika Selatan, dan Asia.

"Bukan fenomena lokal, ya. Ada semacam doktrin di luar negeri, sudah lama, mengenai masalah pekerja. Di antaranya pekerja itu jangan diatur, lepas dari aturan-aturan, mereka menentukan sendiri. Maka disebut anarcho-syndicalism," sebutnya.

Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu juga menyebut keberadaan mereka di Indonesia diperkirakan baru berkembang beberapa tahun belakangan. Diketahui, kelompok itu disebut muncul di Yogyakarta dan Bandung sejak tahun lalu. "Sekarang juga ada di Surabaya dan Jakarta. Sayangnya mereka melakukan aksi kekerasan, vandalisme, coret-coret (membuat) simbol A, merusak pagar," terangnya.

Atas perilaku anarkistis itu, pihak kepolisian tentunya tidak segan-segan melakukan tindakan tegas. Bahkan Polri juga akan melakukan pemetaan terhadap kelompok tersebut untuk nantinya dilakukan pembinaan.

"Menghadapi situasi itu kita pasti akan tindak tegas, tapi saya sudah pe-rintahkan untuk melakukan pemetaan kelompoknya dan kita akan melakukan pembinaan kepada mereka," paparnya.

Ditangkap
Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Muhammad Iqbal mengatakan pihaknya telah menangkap sedikitnya 150 anggota Anarcho Syndicalist yang menjadi pemicu kerusuhan pada peringatan Hari Buruh di Bandung, Rabu (1/5). Beberapa anggota kelompok itu dilaporkan juga ditangkap di sejumlah wilayah lainnya.

"Tentang Anarcho, ada lebih kurang 150 di Kota Bandung kita amankan, puluhan lainya di Surabaya dan Jakarta," kata Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, kemarin.

Untuk menindaklanjuti fenomena keberadaan kelompok itu, pihaknya akan mendalami motif mereka dalam aksi Hari Buruh. Begitu juga konsep dan tokoh di belakang kelompok itu masih ditelusuri.

Sejauh ini, polisi telah mengumpulkan beberapa barang bukti antara lain minuman keras, senjata tajam, dan tombak.

Ada pula puluhan kendaraan bermotor yang dicoret serta fasilitas-fasilitas umum dirusak.

Iqbal menegaskan Polri bertugas melakukan pemeliharaan kantibmas, pengakan hukum, dan wajib melakukan upaya penegakan bila terbukti mereka melawan hukum, termasuk melakukan perlindungan serta peng-ayoman kepada mereka.

"Karena siapa tahu mereka korban, dihasut. Tetapi kalau sudah ada penyelidikan dan tak ada bukti-bukti perbuatan melanggar hukum, akan kami bina karena mayoritas ini ialah anak-anak kita, masih muda, tampangnya juga bersih-bersih," tukasnya.

Sementara itu, Direktur Operasional PT Transportasi Jakarta Daud Joseph dalam siaran pers menyatakan telah melaporkan aksi perusakan pagar pembatas pelican crossing Tosari oleh massa tidak dikenal saat perayaan Hari Buruh, Rabu (1/5). Ketika itu, pagar yang juga berfungsi sebagai pintu menuju halte bus Trans-Jakarta roboh akibat aksi saling dorong di antara massa yang tidak dikenal. (Rif/X-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More