Kamis 02 Mei 2019, 19:11 WIB

Polda Jabar Kerahkan 100 Penyidik Tangani 619 Pelaku Vandalisme

Bayu Anggoro | Nusantara
Polda Jabar Kerahkan 100 Penyidik Tangani 619 Pelaku Vandalisme

Antara
Aksi vandalisme saat aksi Hari Buruh Internasional (May Day) di Karawang, Jawa Barat, Rabu (1/5).

 

POLDA Jawa Barat masih terus mendalami kasus tindakan anarkistis yang dilakukan kelompok berbaju serbahitam saat peringatan Hari Buruh di Bandung, Rabu (1/5). Selain mengidentifikasi massa  tersebut, aparat pun tengah mendalami aktor intelektual di balik gerakan itu.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Trunoyudho Wisnu Andhiko di Bandung, Kamis (2/5), mengatakan kepolisian terus menggali keterangan dari ratusan pelaku yang ditangkap saat kejadian. Pendalaman inipun dilakukan terhadap barang bukti yang ditemukan.

"Berikan kita ruang untuk terus mendalaminya. Kita sedang mendalami  lagi, seluruhnya ada 100 penyidik," katanya.

Menurut dia, pelaku anarkistis yang berhasil ditangkap mencapai 619 yang terdiri dari 605 pria dan 14 wanita. Adapun pelaku yang sudah dewasa sebanyak 326 dan sisanya masih berusia anak-anak.

"Dari hasil identifikasi, untuk anak-anak ada yang masih SMP, SMA. Selain dari Kota Bandung, mereka juga berasal dari Kabupaten Bandung, Cimahi, Garut," katanya.

Baca juga: Polisi Tangkap 150 Anggota Kelompok Anarcho-Syndicalist

Trunoyudho menjelaskan, aksi anarkistis yang dilakukan mereka tidak ada kaitannya dengan kelompok buruh. Selain massa yang berbeda, menurutnya mereka pun tidak membawa misi apapun tentang kondisi perburuhan di dalam negeri.

Bahkan, saat diinterogasi, banyak dari kelompok tersebut yang tidak mengetahui tentang aksi yang dilakukannya itu. "Ratusan orang ini tidak saling mengenal. Ada beberapa justru mereka sedang main. Dihasut oleh seniornya untuk mengikuti kegiatan ini," kata dia.

Disinggung apakah hasutan ini disebarluaskan melalui media sosial, dia masih akan terus mendalaminya. Lebih lanjut dia katakan, kelompok buruh pun tidak mengharapkan kehadiran mereka sehingga peserta May Day yang sesungguhnya sudah membuat pagar agar tidak disusupi.

Kepolisian pun sudah berkoordinasi dengan kelompok buruh agar May Day 2019 tidak disusupi kelompok lain seperti anarko sindikalism tersebut. "Buruh dan kita komitmen untuk memisahkan mereka dari aksi buruh," katanya.

Upaya pemisahan pun berhasil dilakukan saat mereka hendak masuk ke dalam barisan buruh. "Saat mereka masuk ke Jalan Diponegoro, kita dorong mereka sampai ke Dipatiukur," katanya.

Namun, dia menegaskan, tindakan terhadap mereka dilakukan karena sudah mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat di setiap kawasan yang dilewati ratusan pengguna baju dan penutup wajah hitam ini. Tindakan inipun berdasarkan hasil evaluasi pada perayaan hari buruh tahun lalu yang juga dirusak oleh aksi kelompok berbaju hitam yang merusak pos polisi di Bandung.

"Kita juga sudah mengevaluasi dari kejadian tahun lalu, vandalism berlangsung. Tapi tak sebesar ini," katanya seraya menyebut saat ini pihaknya masih menahan pelaku yang diduga kuat menjadi provokator.

Kepala Polrestabes Bandung Kombes Irman Sugema mengatakan, pihaknya sudah memulangkan pelaku yang masih berusia anak-anak. "Sebagian sudah dipulangkan," katanya.

Mereka yang dipulangkan tidak terbukti terlibat dalam kerusakan dan tindakan anarkistis lainnya. "Yang dipulangnya belum cukup bukti untuk melakukan ke pidana selanjutnya," kata dia. (X-15)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More