Rabu 01 Mei 2019, 21:55 WIB

Polisi Bubarkan Massa Berpakaian Serba Hitam di Tengah Aksi Buruh

Polisi Bubarkan Massa Berpakaian Serba Hitam di Tengah Aksi Buruh

ANTARA FOTO/Moch Asim
Peringatan hari buruh di kawasan Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur, hari ini.

 

APARAT kepolisian membubarkan aksi massa berpakaian serba hitam dan bermasker di sela peringatan Hari Buruh se-Dunia 2019 di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo Surabaya, Jawa Timur, hari ini.

Pantauan di lokasi, massa yang jumlahnya puluhan dan didominasi pemuda tersebut menggelar aksi di depan SMA Tri Murti, lalu duduk dan membentangkan beberapa spanduk, salah satunya bertuliskan "Stop Kriminalisasi Aktivis", serta membawa bendera warna merah dan hitam.

Polisi terpaksa membubarkan aksi tersebut karena tidak ada pemberitahuan ke petugas sehingga meminta barisan massa untuk menjauh dari sejumlah elemen buruh yang sedang menggelar orasi di sekitar Grahadi.

Meski sempat tidak bersedia mundur serta memilih aksi duduk dan diam, akhirnya mereka berbaris meninggalkan Jalan Gubernur Suryo menuju Jalan Tunjungan sembari menyanyikan lagu berjudul "Darah Juang".

Baca juga: Ini Pesan Presiden di Hari Buruh

Namun, di sekitar pertigaan Jalan Simpang Dukuh, salah seorang dari barisan massa tersebut melarang wartawan mengambil foto dan merekam aksi mereka dengan suara lantang serta berteriak-teriak.

Sejumlah wartawan yang merasa terprovokasi tidak terima dengan sikap salah seorang peserta aksi itu dan menanyakan maksud pelarangan.

Suasana semakin tegang saat rekan-rekan peserta aksi massa ikut tersulut dan menantang sejumlah wartawan, beruntung kejadian tersebut tidak berbuntut kericuhan karena sejumlah polisi melerai dan meminta pemuda itu pergi.

"Kami minta maaf, sudah-sudah, anak ini saya yang amankan," kata salah seorang rekan pemuda yang tidak sempat diketahui namanya tersebut, dan kemudian memilih menjauh dari lokasi.

Kasat Binmas Polrestabes Surabaya Kompol Fathoni yang berada di lokasi mengimbau agar massa mundur dengan tertib, karena massa ini tidak mengantongi izin.

"Yang bukan buruh silakan mundur. Ini adalah Hari Buruh dan mereka sedang menyampaikan aspirasinya. Bagi yang tidak berkepentingan ayo bubar baik-baik," kata perwira menengah tersebut menggunakan pengeras suara.

Sementara itu, sekitar Rabu sore, saat terjadi aksi elemen buruh di depan Grahadi, polisi mengamankan dua pemuda yang diduga menjadi provokator dan menunggangi aliansi buruh.

Polisi membawa keduanya ke Mapolrestabes Surabaya untuk dimintai keterangan terkait aksi mereka.

Koordinator lapangan Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia, Mulyadi, mengatakan kedua pemuda tersebut belum diketahui tergabung dari aliansi mana dan akan berkoordinasi dengan para koordinator.

Ia pun meminta kepada mahasiswa yang hadir untuk mendata siapa saja yang tergabung dalam aliansi bersama KASBI, dan jika dua mahasiswa itu tergabung maka akan dibantu untuk proses selanjutnya di kepolisian. (OL-4)

Baca Juga

Antara

Ditangkap KPK, Edhy Prabowo Minta Maaf ke Jokowi dan Prabowo

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 26 November 2020, 02:05 WIB
"Saya meminta maaf kepada Bapak Presiden. Saya telah menghianati kepercayaan beliau. Juga meminta maaf kepada Pak Prabowo...
Antara

Edhy Prabowo Mundur dari KKP dan Gerindra

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 26 November 2020, 01:38 WIB
"Saya mohon diri untuk tidak lagi menjabat sebagai menteri. Saya yakin prosesnya sedang berjalan," kata...
MI/ADAM DWI

Pemerintah Ajak Warga Ikut Ambil Keputusan

👤Emir Chairullah 🕔Kamis 26 November 2020, 01:00 WIB
WAKIL Presiden Ma’ruf Amin meminta seluruh lembaga publik melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi dan berperan aktif dalam proses...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya