Rabu 01 Mei 2019, 17:24 WIB

Menteri Tenaga Kerja Usulkan Fleksibilitas Jam Kerja

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Menteri Tenaga Kerja Usulkan Fleksibilitas Jam Kerja

MI/Sumaryanto Bronto
Menteri tenaga kerja Hanif Dhakiri

 

EKOSISTEM ketenagakerjaan yang kaku masih menjadi salah satu persoalan yang belum terselesaikan di Indonesia.

Salah satu yang bisa menjadi contoh ialah terkait jam kerja.

Di Tanah Air, sebagian besar perusahaan menetapkan kebijakan jam kerja delapan jam sehari atau empat puluh jam sepekan.

Padahal, melihat perkembangan teknologi yang terjadi saat ini, peraturan itu bisa saja diubah tanpa perlu merugikan perusahaan.

Baca juga : Hari Buruh, Jokowi Ajak Keluarga Jalan-Jalan ke Mal

"Sekarang ada banyak pekerjaan yang bisa dikerjakan tanpa perlu ke kantor. Fleksibilitas itu juga nantinya akan meningkatkan partisipasi perempuan dalam dunia kerja," ujar Hanif melalui keterangan resmi, Rabu (1/5).

Ia pun berjanji akan mendiskusikan isu jam kerja dengan seluruh pemangku kepentingan tanpa perlu mengorbankan kinerja perusahaan.

"Kami ingin iklim investasi tetap berjalan dengan baik tapi ekosistem ketenagakerjaan juga jangan terlalu kaku seperti kanebo kering," tandasnya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More