Senin 29 April 2019, 19:46 WIB

Mahasiswa Kecewa Hakim Dinilai Khilaf Bebaskan Terdakwa Pemerkosa

Dede Susianti | Megapolitan
Mahasiswa Kecewa Hakim Dinilai Khilaf Bebaskan Terdakwa Pemerkosa

MI/Dede Susianti
Aksi mahasiswa Universitas Djuanda (Unida) di PN Cibinong, Jawa Barat.

 

MAHASISWA dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Djuanda (Unida), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kecewa terhadap penjelasan Pengadilan Negeri (PN) Cibinong.

"Kami kecewa dengan pernyataan kalau vonis bebas terhadap pemerkosa dianggap sebagai kekhilafan hakim. Itu jawaban Ketua PN Cibinong. Dia mengatakan putusan bebas terhadap terdakwa HI dalam kasus pencabulan tidak lepas dari kekhilafan. Kita sangat kecewa itu," kata Ketua BEM Unida Muhamad Arifin di PN Cibinong, Senin (29/4).

Baca juga: Kekerasan Seksual Kakak Beradik di Cibinong Harus Jadi Prioritas

Dia mengatakan seusai audiensi dengan pihak PN Cibinong yang berlangsung di sela-sela aksi mahasiswa Unida.

Ketua BEM Unida Muhamad Arifin mengatakan, dari audiensi terungkap pengakuan kalau hakim yang memvonis bebas telah melakukan pelanggaran kode etik. Namun, yang berhak memutuskan dalam kasus pelanggaran kode etik hakim adalah Mahkamah Agung (MA).

Arifin menjelaskan, aksi mahasiswa itu mendesak Ketua PN Cibinong mengevaluasi semua hakim dan memecat hakim yang membebaskan terdakwa pemerkosa.

Baca juga: Kondisi Korban Pemerkosaan di Cibinong Diawasi LPSK

"Pemecatan memang yang melakukan MA dengan rekomendasi Komisi Yudisial (KY). Tapi kami minta Ketua PN Cibinong untuk mengevaluasi,"ungkapnya.

Jangan sampai, lanjut dia, vonis bebas oleh hakim PN Cibinong ini menjadi acuan pengadilan lainnya. "PN Cibinong ternyata menjadi pengadilan percontohan bagi pengadilan lain tentang perempuan khususnya anak. Kita minta komitmen itu. Apalagi, hakim ini sudah dua kali memvonis bebas dalam kasus serupa," ungkap Arifin.

Dia menegaskan, lembaga pengadilan semestinya memberi keadilan bagi dua korban pemerkosaan. "Hasil visum ada. Berita acara pelaporan dia mengakui pada tanggal sekian, sekiannya. Keterangan saksi-saksi juga ada. Tapi ini tiba-tiba hakim memutus bebas," tegasnya.

Pada 25 Maret, hakim di PN Cibinong memvonis bebas terdakwa pemerkosa dua anak di bawah umur kakak beradik. Seorang korban laki-laki berusia 14 tahun, sedangkan adiknya, perempuan berusia 7 tahun. Aksi pemerkosaan berlangsung sekitar dua tahun.

Vonis bebas dijatuhkan oleh seorang hakim. Padahal, majelis hakim yang menangani kasus itu sejumlah tiga orang. Sang hakim memvonis bebas dengan pertimbangan tidak ada yang melihat langsung kejadian. (X-15)

Baca Juga

ANTARA/Hafidz Mubarak A

Anies, Gubernur Terpopuler di Indonesia

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 27 November 2020, 06:41 WIB
AHI 2020 adalah kompetisi kinerja humas pemerintah (government public relations/GPR) di Kementerian, Lembaga, Pemerintah Daerah, BUMN, Anak...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Polisi Tegaskan Baliho Rizieq Langgar Perda

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Jumat 27 November 2020, 05:49 WIB
Tidak hanya itu, Argo menyebut baliho Rizieq mengandung unsur provokasi sehingga perlu...
ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Dua Kasus Kerumunan Rizieq ke Penyidikan

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Jumat 27 November 2020, 03:00 WIB
Aparat telah memeriksa dan meminta keterangan 17 saksi terkait kasus kerumunan massa di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya