Sabtu 27 April 2019, 13:59 WIB

Ada Festival Palang Pintu, Jalan Kemang Raya Ditutup

Rifaldi Putra Irianto | Megapolitan
Ada Festival Palang Pintu, Jalan Kemang Raya Ditutup

MI/Susanto
Pedagang mengaduk adonan Dodol pada Festival Palang Pintu di kawasan Kemang, Jakarta.

 

FESTIVAL Palang Pintu digelar di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Pada 27-28 April 2019 Dinas Perhubungan Jakarta Selatan memberlakukan rekayasa lalu lintas untuk mendukung festival yang sudah diadakan untuk ke-14 kalinya tersebut.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan Christianto saat dihubungi mengatakan pihaknya memberlakukan rekayasa lalu lintas di Kemang untuk mendukung acara itu.

"Rekayasa lalu lintas sama seperti tahun sebelumnya," kata Christianto ketika dihubungi wartawan, Jakarta, Sabtu (27/4).

Adapun rekayasa lalu lintas tersebut yakni penutupan arus lalu lintas di Jalan Kemang Raya mulai dari pertigaan Jalan Kemang Selatan VIII hingga pertigaan Jalan Benda.

Kemudian, bagi kendaraan dari Jalan Kemang Raya yang hendak ke Jalan Kemang Selatan, dialihkan melewati Jalan Kemang Selatan VIII, kemudian ke Jalan Pelita-Jalan Haji Abu-Jalan Puri Sakti-Jalan Kemang Selatan 12A-Jalan Kemang Selatan XII.

Sementara itu, kendaraan dari arah Kemang Selatan menuju ke Kemang Raya akan dialihkan melalui Jalan Raya Pangeran Antasari.

Baca juga: Warga Cililitan Takut Kebanjiran Lagi

Adapun penutupan jalan akan dilakukan selama dua hari sejak Sabtu (27/4) pagi hingga Minggu (28/4) pukul 22.00 WIB.

Ketua Panitia Pelaksana Edi Mulyadi saat ditemui di Festival Palang Pintu, di Kemang, mengungkapkan permohonan maaf kepada masyarakat kemang hingga pengusaha yang memiliki toko di sepanjang jalan Kemang bila terganggu dengan diadakannya acara tersebut.

"Kami meminta maaf kepada pengusaha dan masyarakat yang terganggu apabila kegiatan ini mengganggu. Kami hanya menyelenggarakan silaturahim bagi masyarakat Jakarta sebagai hiburan dan edukasi pesan budaya, " jelas Edi. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More