Sabtu 27 April 2019, 10:25 WIB

KPK Dalami Peran Pejabat di PLTU Riau-1

KPK Dalami Peran Pejabat di PLTU Riau-1

MI/ROMMY PUJIANTO
juru bicara KPK Febri Diansyah

 

KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) memastikan pengusutan kasus dugaan suap PLTU Riau-1 tak berhenti di penetapan tersangka Direktur Utama PLN Sofyan Basir. Penyidik akan menyelisik pihak lain yang diduga ikut terlibat dalam skandal suap tersebut.

Salah satu yang terus ditilik keterlibatannya dalam proyek senilai US$900 juta itu ialah pejabat anak perusahaan PLN, seperti PT PJB, PT PJBI, hingga PLN Batubara. Para petinggi perusahaan ini diduga ikut dalam pertemuan pembahasan penunjukan konsorsium penggarap proyek PLTU Riau-1.

"Apakah ada pihak lain, nanti tentu kita cermati lebih lanjut, dikatakan pertemuan-pertemuan itu bagian dari tindak pidana bersama-sama," kata juru bicara KPK Febri Diansyah.

Pada persidangan sebelumnya, Sofyan mengaku menggelar pertemuan sedikitnya sembilan kali bersama dengan mantan Wakil Ketua Komisi VII, Eni Maulani Saragih, dan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo.

Beberapa petinggi PLN dan anak perusahaan PLN diketahui menghadiri sejumlah pertemuan tersebut. Salah satu yang kerap disebut ikut dalam pertemuan dengan para tersangka suap PLTU Riau-1 1alah Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN, Supangkat Iwan Santoso.

Atas kasus ini, Sofyan Basir dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan. Pencegahan dilakukan Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM atas permintaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"KPK telah mengirimkan surat pada Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM tentang pelarangan seseorang ke luar negeri, yaitu terhadap Dirut PLN Sofyan Basir," kata Febri.

Baca juga: KPK Cekal Sofyan Basir

KPK juga sudah mengagendakan pemeriksaan Senior Manager Pengadaan IPP PT PLN Mimin Insani. Dia akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I.

Penyidik juga memanggil Direktur Bisnis Regional Sumatra PT PLN Wiluyo Kusdwiharto; Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua PT PLN Ahmad Rofik; dan Direktur Pengembangan dan Niaga PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) Hengky Heru Basudewo. Ketiganya dipanggil untuk memlengkapi berkas penyidikan Sofyan. (*/P-1)

 

Baca Juga

MI/Lina Herliina

Kapolri Instruksikan Cegah Permainan Harga Pangan Saat Pandemi

👤Antara 🕔Senin 06 April 2020, 07:15 WIB
Beberapa jenis pelanggaran atau kejahatan yang mungkin terjadi yaitu permainan harga dan penimbunan barang serta adanya pihak yang...
MI/Ramdani

Implementasikan Pembatasan Segera

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 06 April 2020, 05:47 WIB
Banyak imbauan untuk menekan penularan covid-19 masih diabaikan. Karena itu, PSBB yang memiliki sanksi diharapkan efektif menumbuhkan...
MI/M Irfan

Publik Tuntut Keterbukaan Legislasi

👤EMIR CHAIRULLAH 🕔Senin 06 April 2020, 03:30 WIB
Proses pembahasan RUU Cipta Kerja dan RKUHP secara daring dikhawatirkan tidak mampu mengakomodasi dialog...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya