Pemerintah Antisipasi Kerawanan di Tol Cikampek saat Mudik

Penulis: Rudy Polycarpus Pada: Jumat, 26 Apr 2019, 21:03 WIB Megapolitan
Pemerintah Antisipasi Kerawanan di Tol Cikampek saat Mudik

ANTARA FOTO/Risky Andrianto
Pembangunan Infrastruktur di Tol Jakarta-Cikampek

POTENSI kerawanan dan kemacetan arus mudik 2019 diperkirakan akan terjadi pada ruas tol Jakarta-Cikampek, terutama pada persimpangan Cikunir dan gerbang tol Cikarang Utama. Untuk itu, antisipasi sudah dilakukan sejak dini dengan berbagai skenario di lapangan.

“Pengerjaan pembuatan ramp dan penambahan lajur jalan di titik Cikunir akan kami selesaikan pada bulan Mei ini,” ujar Direktur Operasional PT Waskita Karya Bambang Riyanto di Gedung Bina Graha, Jakarta, Jumat (26/4).

Sedangkan gerbang tol Cikarang Utama yang selama ini menjadi sumber kemacetan di jalur Jakarta-Cikampek mulai tahun ini sudah dapat dipecahkan. Caranya adalah menggeser gerbang Cikarang Utama (km 30) ke arah timur di km 70 daerah Cikopo.

Baca juga: Lima Ruas Tol Dibuka Fungsional Mudik Lebaran

Diharapkan penggeseran tersebut membuat antrean akan semakin lancar karena memecah sistem pembayaran. “Penggeseran gerbang tol Cikarang Utama diharapkan akan mengurangi beban jalan sampai dengan 60% karena sudah terpisah antara pemudik yang akan menuju ke Bandung dan pemudik yang menuju ke Cirebon,” kata Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani.

Sementara di ruas tol Trans-Sumatera, pemerintah mewaspadai potensi kemacetan di ujung jalan tol Terbanggi Besar.

Untuk mengantisipasi arus mudik Idulfitri 2019 dengan menggelar rapat koordinasi. Rapat tersebut dipimpin Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Menteri Kominfo Rudiantara serta dihadiri oleh para dirjen dan direktur di Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM, Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, dan Kepolisian RI.

Rapat itu memutuskan sejumlah hal, antarq lain penerapan arus searah guna mengantisipasi arus mudik dan balik Lebaran 2019 di Tol Cikampek.

Menurut Moeldoko, jika ruas tol tersebut tidak dipersiapkan dengan baik mulai sekarang, akan terjadi kemacetan yang sangat parah saat masa mudik.

Arus searah tersebut akan diberlakukan ke arah timur pada 31 Mei – 2 Juni 2019 dan ke arah barat pada 8-10 Juni 2019.

"Puncak arus mudik pada H- 5 yakni pada 31 Mei hari Jumat sementara puncak arus balik pada 9 Juni atau H+3 lebaran. Jauh-jauh hari akan diumumkan sehingga nanti semua waspada situasi yang dihadapi," kata Moeldoko seusai rapat.

Titik rawan macet krusial lainnya yakni jalur Sumateta. Pemerintah sudah mengantisipasi kemacetan di pintu keluar Jalan Tol Lampung.

Moeldoko memastikan Ditjen Hubungan Datat Kemenhub telah menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi kemacetan.

Ia memastikan seluruh jalan tol di Pulau Jawa bisa dioperasikan hingga ke Probolinggo, Jawa Timur guna mengantisipasi kenaikan jumlah pemudik yang diprediksi meningkat 4,4% ketimbang tahun sebelumnya.

"Selanjutnya dari sisi Kominfo juga sudah disiapkan hal-hal terkait komunikasi dan informasi," tandasnya.

Pemberlakuan arus lalu lintas searah tersebut, menurut Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani, menjadi terobosan untuk melancarkan arus kendaraan di jalan tol. “Ini akan sangat membantu Jasa Marga dalam upaya menyediakan sarana jalan yang lancar dan aman bagi pemudik dan pengguna jalan tol," ujarnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More