Penggeledahan Rumah Walikota Dumai Terkait Kasus Dana Perimbangan

Penulis: M. Ilham Ramadhan Avisena Pada: Jumat, 26 Apr 2019, 20:36 WIB Politik dan Hukum
Penggeledahan Rumah Walikota Dumai Terkait Kasus Dana Perimbangan

ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI
Ilustrasi

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan di rumah Kepala Daerah. Kali ini penggeledahan dilakukan di Rumah Wali Kota Dumai Zulkifli AS.

"Kami konfirmasi, benar ada tim KPK yang ditugaskan di Dumai hari ini. Melakukan penggeledahan di dua tempat, yaitu rumah dan Kantor Wali Kota Dumai," ungkap Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jumat (26/4).

Dari penggeledahan itu, KPK mengamankan sejumlah barang, yakni dokumen yang terkait dengan proyek dan anggaran.

Diketahui tim penyidik KPK memasuki Kantor Sekretariat Wali Kota Dumai pukul 10.30 WIB, sedangkan penggeledahan di kediaman dinas dimulai sejak pagi dan berlangsung hingga pukul 14.00 WIB.

Zulkifli sebelumnya pernah dipanggil KPK sekitar bulan Agustus 2018. Saat itu dia dimintai keterangan KPK di Jakarta terkait dugaan kasus suap usulan dana perimbangan keuangan daerah RAPBN-P tahun anggaran 2018. Zulkifli mengaku tak tahu aliran duit kasus dugaan suap terkait usulan dana perimbangan daerah dalam RAPBN-P 2018.

KPK sebelumnya telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus itu, mereka adalah Amin Santono anggota Komisi XI DPR, Eka Kamaluddin, Yaya Purnomo (mantan pejabat Kemenkeu yang terkena OTT), Ahmad Ghiast selaku kontraktor dan yang terbaru ialah Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman yang sebelumnya rumahnya digeledah. Budi diduga memberikan suap ke Yaya.

Namun demikian, Febri enggan merinci terkait penggeledahan yang dilakukan pagi tadi, "untuk informasi perkara dan tersangkanya, akan disampaikan pada saat konferensi pers secara resmi setelah beberapa kegiatan awal dari tim dilakukan," tandasnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More