150 Keluarga Terdampak Banjir 3 Meter di Cawang

Penulis: Ferdian Ananda Majni Pada: Jumat, 26 Apr 2019, 20:31 WIB Megapolitan
150 Keluarga Terdampak Banjir 3 Meter di Cawang

ANTARA FOTO/Risky Andrianto
Seorang warga berusaha membersihkan sampah yang terbawa aliran banjir di kawasan permukiman penduduk Cililitan Kecil, Jakarta, hari ini.

SEDIKITNYA 150 Kepala Keluarga (KK) warga di RT 10 RT 11 dan R12 serta sebagian RT8 RW02 kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur berdampak akibat banjir luapan setinggi 3 meter sejak Jumat (26/4) pagi.

Ketua RW 02, Istijab mengatakan, banjir setinggi 3 meter yang memasuki pemukiman di 4 RT itu merupakan banjir terparah dalam tahun ini. Pasalnya, ketinggian air lebih tinggi dari sebelumnya.

"Itu memang sering banjir tetapi tahun ini belum separah itu. Tadi aja airnya sempat naiknya," kata Istijab di Cawang, (26/4)

Istijab mengaku, kawasan pemukiman yang tidak jauh dari Kali Ciliwung itu kerap diterjang banjir luapan. Bahkan dalam setahun bisa terjadi beberapa kali, tergantung kiriman arus air dari kawasan Bogor.

"Kalau sampai ke RT8 sudah parah banget ya, itu mungkin terjadi 5 tahun lalu. Paling sering itu di bawah," terangnya.

Baca juga: Banjir di Kawasan Rawajati

Dia menambahkan, warga setempat selalu waspada dengan kondisi banjir yang sering terjadi tanpa hujan tersebut. Apalagi arus deras air di Kali Ciliwung dengan sekejap memasuki pemukiman warga setempat.

"Waspada tetap, karena banjir luapan itu bisa terjadi tiba-tiba dan cepat," lanjutnya.

Ia berharap normalisasi sepanjang Kali Ciliwung segera direalisasi. Pasalnya, kondisi berbeda dirasakan warga Kampung Melayu setelah normalisasi yang merasakan dampak banjir mulai berkurang.

"Ini kalau sudah normalisasi kali Ciliwung, insyaAllah aman lah. Kalau beres, pasti lancar aliran airnya," paparnya.

Dari pantauan Media Indonesia, banjir yang menggenangi pemukiman kelurahan Cawang mulai surut sejak sore. Namun, hingga pukul 20.00 WIB banjir yang bercampur lumpur itu masih setinggi lutut pria dewasa. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More