Evaluasi Pemilu Serentak, Ketua DPR: Gunakan E-Voting

Penulis: Thomas Harming Suwarta Pada: Jumat, 26 Apr 2019, 19:21 WIB Politik dan Hukum
Evaluasi Pemilu Serentak, Ketua DPR: Gunakan E-Voting

MI/SUSANTO
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo

KETUA DPR RI Bambang Soesatyo ikut prihatin dengan banyaknya korban yang berjatuhan pada penyelenggaraan Pemilu kali ini. Sebagai bentuk tanggung jawab dia mendorong agar sistem Pemilu ke depan harus dievaluasi secara menyeluruh salah satunya dengan menerapkan e-voting.

"Kita tentu prihatin dengan kejadian sekarang dan banyaknya juga soal yang muncul. Maka bagi saya evaluasi bukan hanya sekadar e-counting atau e-rekap sebagaimana yang diusulkan KPU. Tapi perubahan secara menyeluruh, yaitu dengan menerapkan sistem e-voting yang bisa dimulai uji cobanya pada pilkada serentak mendatang karena dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya hingga triliunan rupiah," kata Bambang kepada wartawan di Jakarta, Jumat (26/4).

Baca juga: Hingga Kini, 230 KPPS Wafat dan 1.671 Sakit

Dalam rangka itu kata dia DPR melalui Komisi II mengajak pemerintah dan KPU untuk secara bersama-sama pasca reses melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Pemilu 2019, serta mengkaji Undang-Undang No. 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, terutama terhadap perlunya untuk segera diterapkan sistem pemilu yang murah, efisien dan tidak rumit serta tidak memakan banyak korban, baik terhadap penyelenggara pemilu, pengawas maupun pihak keamanan.

"E-voting tentu saja dapat menghemat tenaga dan biaya hingga triliunan rupiah. Karena melalui sistem e-voting, tidak diperlukan lagi jumlah panitia penyelenggara, pengawas, saksi maupun keamanan yang banyak. Termasuk tidak dibutuhkan lagi pengadaan bilik suara, kotak suara, surat suara dan tinta. Sehingga melalui e-voting penyelenggaraan pemilu diharapkan bisa lebih mempermudah dan mempercepat proses perhitungan dan rekapitulasi suara sehingga bisa meminimalisasi jatuhnya korban," papar Bambang.

Bambang mendorong KPU usai penetapan hasil pemilu pada 22 Mei mendatang, saya untuk mempersiapkan sarana maupun prasarana, dan melakukan kajian secara matang terhadap rencana pelaksanaan Pilkada dan Pemilu jika menggunakan sistem e-voting, agar dapat menjamin azas jujur, adil dan rahasia tetap terjamin, kelancaran, keamanan, dan ketertiban pada pelaksanaan Pilkada dan Pemilu mendatang, serta selalu mengedepankan prinsip bekerja dengan transparan, berintegritas, profesional, dan independen.

"Intinya evaluasi harus menyeluruh baik UU maupun pelaksanaan yang sudah kita lewati bersama saat ini," pungkas Bambang. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More