Jumat 26 April 2019, 18:46 WIB

KPK Cekal Sofyan Basir

M. Ilham Ramadhan Avisena | Politik dan Hukum
KPK Cekal Sofyan Basir

MI/PIUS ERLANGGA
Sofyan Basir saat menjadi saksi pada sidang perkara suap proyek PLTU Riau-1

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengirimkan surat pada Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM tentang pelarangan seseorang ke luar negeri kepada Sofyan Basir.

Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief membenarkan hal itu, menurutnya pencekalan kepada seorang tersangka merupakan hal biasa yang kerap dilakukan guna mempermudah proses penyidikan.

"Itu biasa, proses normal di KPK, setelah ditetapkan jadi tersangka ya langsung di cekal. Itu proses biasa, itu prosedur standar di KPK," kata Laode di ACLC KPK, Jakarta, Jumat (26/4).

Baca juga: Resmi Tersangka, Sofyan Basir Dicopot dari Jabatan Dirut PLN

Pencekalan, kata Laode, dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan KPK bila tersangka berniat untuk menghindari proses penyidikan dengan pergi ke luar negeri.

Perihal keterlibatan Sofyan dalam perkara ini, Wakil Ketua KPK lainnya, Basaria Pandjaitan menyatakan, hal itu mengacu pada beberapa pasal dalam undang-undang.

"Kan memang pasal yang dituduhkan kan terkait turut membantu, pasalnya kan ada 55,dan ada 56. Di dalam UU, bahkan memberikan janji saja sudah bisa dijerat. Jadi ada keturutsertaan, turut membantu dia disitu, nanti kita lihat perkembangannya, dan ini kan di tingkat penyidikan, dan yang bersangkutan pun belum diperiksa, sudah barang tentu nanti diperiksa apakah ada lagi yang bersama-sama dengan mereka," jelas Basaria.

Lebih jauh, Basaria mengungkapkan telah melakukan pengintaian terkait keberadaan Sofyan di luar negeri. Oleh karenanya, setelah mengetahui Sofyan berada di Indonesia, KPK bergegas melakukan pencekalan.

"Kita tahu memang kemarin yang bersangkutan ada di Singapore, dan kemarin sudah berada di Indonesia. Ya jadwalnya kita lihat, pulangnya sudah kita lihat, dan pulangnya memang betul tanggal 25," kata Basaria.

Ia menampik Sofyan dipulangkan paksa oleh KPK, Basaria menegaskan, pencekalan dilakukan semata untuk mempermudah proses penyidikan. Untuk itu, ia meminta semua pihak memberikan kesempatan pada penyidik untuk mengerjakan tugasnya.

"Di tingkat penyidikan itu sudah harus memiliki alat bukti dan sudah yakin dengan hal itu. Jangan sampai, nanti kita ke tingkat penyidikan kita kesusahan, kita kesulitan untuk memprosesnya. Makanya harus sabar," ujar Basaria.

Menyoal pemeriksaan kepada Sofyan, Basaria menyakan masih menunggu kelengkapan dari pemeriksaan saksi lainnya, "nanti menunggu melengkapi pemeriksaan saksi-saksi," tandasnya. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY

Golkar Targetkan Menang Pilkada di 60% Daerah

👤Ardi Teristi 🕔Minggu 05 Juli 2020, 16:40 WIB
Kandidat yang diusung oleh Partai Golkar untuk pilkada tidak harus dari kader, tetapi bisa juga dari luar Partai...
Antara

RUU Cipta Kerja Penting untuk Benahi Regulasi Ketenagakerjaan

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 05 Juli 2020, 16:23 WIB
Skor Indonesia untuk kebebasan ketenagakerjaan tahun 2020 merosot di peringkat 145 dari 184...
MI/DJOKO Sardjono

Ribuan Umat Islam Klaten Gelar Aksi Damai Tolak RUU HIP

👤Djoko Sardjono 🕔Minggu 05 Juli 2020, 15:15 WIB
Bila dalam waktu satu bulan belum juga ada tindakan pencabutan RUU HIP dari prolegnas, aliansi umat Islam Klaten bertekad akan terus...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya