TKN Salurkan Santunan Untuk KPPS dan Saksi 01

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Jumat, 26 Apr 2019, 18:20 WIB Politik dan Hukum
TKN Salurkan Santunan Untuk KPPS dan Saksi 01

MI/RAMDANI
Wakil Direktur TKN Lukman Edy

TIM Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin akan memberikan santunan kepada keluarga pertugas KPPS dan saksi-saksi 01 yang telah mengorbankan nyawanya saat melaksanakan tugas. Seluruh hasil donasi yang terkumpul bagi KPPS akan diserahkan kepada KPU.

“Direktorat Saksi sudah usulkan kepada TKN agar seluruh partai koalisi menggalang dana santunan yang layak bagi para pejuang demokrasi kita yang telah mengorbankan nyawa menjamin pemilu ini berjalan jujur dan adil,” ungkap Wakil Direktur Saksi TKN Lukman Edy, di War Room TKN, di Hotel Gran Melia, Jakarta, Jumat (26/4).

Berdasarkan data KPU, sebanyak 225 petugas KPPS meninggal dunia dan 1.470 lainnya sakit.

Sementara, TKN telah menerima laporan adanya 1 saksi 01 yang meninggal di Jeddah. Saksi 01 bernama Bariman bin Sumadi pemegang surat mandat nomor 386, menghembuskan nafas terakhirnya di RS King Fahd Jeddah, Arab Saudi. Almarhum meninggalkan seorang istri yang sedang hamil tua.

Bariman bekerja sehari penuh menjalankan tugas sebagai saksi 01 mulai dari proses pemungutan hingga penghitungan suara.

“Santunan untuk saksi akan segera kami salurkan kepada keluarga setelah seluruh dana terkumpul,” ungkap Lukman Edy.

Juru Bicara TKN Ace Hasan Syadzily menambahkan, santunan merupakan bentuk penghargaan dari TKN atas pengorbanan dan kerja keras para petugas KPPS dan saksi 01. Tanpa kerja keras mereka, mustahil pemilu serentak 2019 dapat berjalan lancar. “Jadi kalau ada yang bilang pemilu curang dan harus diulang sama saja tidak menghargai jasa-jasa mereka,” tegasnya.

Ace menyatakan, kejadian ini akan diangkat dalam evaluasi pelaksanaan Pemilu 2019 di tingkat legislatif. Terutama terkait efektivitas pelaksanaan pemilu legislatif dan eksekutif serentak, serta sistem waktu kerja KPPS sebagaimana diatur oleh peraturan KPU. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More